Masyarakat Diminta Tak Euforia, Peningkatan Covid-19 Masih Ada
Ahmad zuhdi
Selasa, 28 September 2021 - 13:04 WIB
Masyarakat diminta tidak euforia dan tetap mematuhi protokol kesehatan meski tren menunjukkan penurunan Covid-19
Masyarakat diharapkan tidak euforia di tengah penururan kasus Covid-19 karena risiko peningkatan penularan masih ada.
Seruan kewaspadaan itu disampaikan Ahli Biostatistik Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dr Iwan Ariawan
"Jangan euforia, karena risiko untuk meningkat lagi masih ada, karena otomatis dengan penularan turun aktivitas sosial ekonomi dilonggarkan dan harus dilakukan dengan hati-hati," katanya dalam gelar wicara “Waspada Gelombang Ketiga: Bijak Bepergian Cegah Penularan” secara daring yang diikuti di Jakarta, Selasa (28/9/2021)
Ia mengatakan untuk melonggarkan kegiatan sosial ekonomi, pemerintah sudah mendiskusikannya berulang kali dengan para ahli. Meski demikian kegiatan sosial ekonomi harus dilakukan dengan hati-hati.
Selain itu, kata dia, untuk menuju kerumunan, minimal penduduk Indonesia harus divaksinasi, kemudian mengikuti aturan yang sudah dibuat dan melakukan skrining dengan aplikasi PeduliLindungi ketika memasuki pusat kerumunan.
"Virus corona ini masih beredar dan belum habis. Kita meski melihat di banyak negara kasus masih meningkat lagi. Meski sudah divaksin, tidak ada yang efektif 100 persen," katanya menegaskan.
Hingga akhir tahun dengan kecepatan vaksinasi sekarang, 55 persen, katanya, penduduk Indonesia telah memiliki kekebalan COVID-19. Namun masih ada sebagian lagi yang belum memiliki kekebalan.
Seruan kewaspadaan itu disampaikan Ahli Biostatistik Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dr Iwan Ariawan
"Jangan euforia, karena risiko untuk meningkat lagi masih ada, karena otomatis dengan penularan turun aktivitas sosial ekonomi dilonggarkan dan harus dilakukan dengan hati-hati," katanya dalam gelar wicara “Waspada Gelombang Ketiga: Bijak Bepergian Cegah Penularan” secara daring yang diikuti di Jakarta, Selasa (28/9/2021)
Ia mengatakan untuk melonggarkan kegiatan sosial ekonomi, pemerintah sudah mendiskusikannya berulang kali dengan para ahli. Meski demikian kegiatan sosial ekonomi harus dilakukan dengan hati-hati.
Selain itu, kata dia, untuk menuju kerumunan, minimal penduduk Indonesia harus divaksinasi, kemudian mengikuti aturan yang sudah dibuat dan melakukan skrining dengan aplikasi PeduliLindungi ketika memasuki pusat kerumunan.
"Virus corona ini masih beredar dan belum habis. Kita meski melihat di banyak negara kasus masih meningkat lagi. Meski sudah divaksin, tidak ada yang efektif 100 persen," katanya menegaskan.
Hingga akhir tahun dengan kecepatan vaksinasi sekarang, 55 persen, katanya, penduduk Indonesia telah memiliki kekebalan COVID-19. Namun masih ada sebagian lagi yang belum memiliki kekebalan.