home masjid

Belajar sampai Tua, Imam Hambali Ditanya: Apakah Anda Akan Membawa Tinta ke Kuburan?

Selasa, 22 April 2025 - 17:03 WIB
Hampir setiap hari ia berpuasa dan tidurnya pun sedikit sekali di waktu malam. Ia lebih banyak salat malam dan witir hingga Subuh tiba. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Ulama besar di bidang hadis dan fikih ini bernama lengkap Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal dan populer dengan nama Imam Hambali. Beliau Lahir di Baghdad, pada Rabiul Awal tahun 164 H/780 M.

Beliau dari keluarga terpandang. Ayahnya pimpinan militer di Khurasan yang gugur dalam pertempuran melawan Bizantium. Saat itu Imam Ahmad bin Hanbal masih anak-anak. Kakeknya, Hanbal bin Hilal adalah gubernur di Persia pada masa Dinasti Umayyah.

Saat anak-anak di Persia, ibunya yang mengajari al-Quran dan hadis. Begitu pindah ke Baghdad, beliau mendapatkan pendidikan formal yang pertama. Saat itu, Kota Baghdad telah menjadi pusat peradaban dunia Islam yang penuh dengan beragam kebudayaan serta penuh dengan berbagai jenis ilmu pengetahuan.

Di sana, tinggal para qari, ahli hadis, para sufi, ahli bahasa, filsuf, dan sebagainya. Umur 19 tahun, Ahmad bin Hanbal meninggalkan kotanya untuk mencari guru ke Kufah, Basrah, Makkah, Madinah, Yaman dan Syam. Ia berguru kepada ahli hadis dan meneliti kesahihan sanadnya.

Masa ini masih diperintah Khalifah Harun ar-Rasyid. Guru-guru yang didatangi seperti Imam Syafi’i yang diikutinya hingga tinggal di Baghdad. Keduanya juga bertemu di Makkah saat musim haji . Lalu Syeikh Abu Yusuf, murid Abu Hanifah. Syeikh Abdur Razzaq, penyusun kitab hadis.

Suatu ketika, seseorang menegurnya, "Anda telah sampai ke tingkat mujtahid dan pantas menjadi imam. Mengapa masih menuntut ilmu? Apakah Anda akan membawa tinta ke kuburan?"

Imam Hambali menjawab, "Saya akan menuntut ilmu sampai saya masuk ke liang kubur."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya