home global news

LG Batalkan Investasi Jumbo, Indonesia Tetap Fokus Kembangkan EV

Selasa, 22 April 2025 - 20:07 WIB
LG Batalkan Investasi Jumbo, Indonesia Tetap Fokus Kembangkan EV
LANGIT7.ID-Jakarta; Indonesia tetap menjadi bagian dari strategi industri kendaraan listrik global meski proyek investasi jumbo senilai Rp144 triliun yang sempat dirancang bersama Konsorsium LG akhirnya resmi dibatalkan. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut mengalihkan fokus pada proyek bersama yang lebih adaptif melalui perusahaan patungan HLI Green Power.

Kabar ini dikonfirmasi oleh Konsorsium LG pada 21 April 2025, dengan menyatakan bahwa mereka tidak akan melanjutkan pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia sebagaimana direncanakan sejak akhir 2020 lalu.

“Dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi pasar dan lingkungan investasi, kami telah sepakat untuk secara resmi menarik diri dari proyek ini.

“Konsorsium telah memutuskan untuk menarik proyek tersebut, setelah berkonsultasi dengan pemerintah Indonesia, karena adanya pergeseran dalam lanskap industri, khususnya yang disebut jurang EV, yang merujuk pada perlambatan sementara atau puncak permintaan EV global,” jelas Konsorsium LG dalam keterangan resminya.

Meski langkah mundur ini mengejutkan sebagian kalangan, LG menegaskan bahwa kemitraan strategis dengan Indonesia tidak berhenti sampai di situ. Mereka akan tetap menjajaki berbagai potensi kolaborasi, khususnya melalui perusahaan patungan yang telah berdiri dan berjalan, HLI Green Power.

“Namun, kami akan terus menjajaki berbagai peluang kerja sama dengan pemerintah Indonesia, dengan fokus pada usaha patungan baterai Indonesia, HLI Green Power,” imbuh Konsorsium LG.

HLI Green Power merupakan proyek gabungan antara LG Energy Solution dan Hyundai Motor Group. Tahun lalu, perusahaan ini telah meresmikan fasilitas produksi sel baterai pertama di Indonesia dengan kapasitas 10 gigawatt jam per tahun. Proses ekspansi untuk tahap selanjutnya pun sudah direncanakan, sebagai bagian dari visi jangka panjang pengembangan ekosistem baterai nasional.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya