25 Tahun Lebih, Honda S2000 Masih Jadi Roadster Impian Berkat Desain dan Mesinnya
Tim langit 7
Rabu, 23 April 2025 - 16:27 WIB
25 Tahun Lebih, Honda S2000 Masih Jadi Roadster Impian Berkat Desain dan Mesinnya
LANGIT7.ID-Jakarta;Lebih dari dua dekade sejak debutnya, pesona Honda S2000 tetap tak luntur. Roadster legendaris ini terus mencuri perhatian pecinta otomotif berkat desain klasiknya yang tak lekang waktu dan mesin F20C yang melegenda sebagai salah satu mesin 4-silinder naturally aspirated terbaik yang pernah dibuat.
Dirancang oleh Shigeru Uehara, Honda S2000 tampil dengan proporsi roadster sempurna: hidung panjang, kabin kompak, dan buritan pendek. Meski tampak minimalis, desainnya justru memancarkan karakter kuat. Setiap lekukan bodi dibuat fungsional, menyatu harmonis dengan filosofi performa tinggi namun tetap praktis untuk digunakan harian.
Baca juga: Honda S2000: Roadster Legendaris yang Lahir untuk Rayakan 50 Tahun Honda
Masuk ke kabin, kesan sporty langsung terasa. Panel instrumen digital yang tergolong futuristik di masanya, posisi duduk rendah yang membuat pengemudi menyatu dengan sasis, serta transmisi manual 6-percepatan yang presisi, semuanya dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang benar-benar menyatu antara manusia dan mesin.
Di balik kap mesin, terdapat F20C berkapasitas 2.0 liter DOHC VTEC yang dipasang longitudinal. Tenaga puncak hingga 240 hp pada 8.300 rpm menjadikannya salah satu mesin 4-silinder NA dengan output per liter tertinggi di dunia saat itu. Meski tanpa turbo, F20C mampu menyaingi performa mesin-mesin berkapasitas besar karena putaran tingginya yang luar biasa.
Tahun 2004, Honda menyegarkan S2000 dengan versi AP2, menggantikan AP1 (1999–2003). Perubahan mencakup tuning suspensi, roda yang lebih besar, serta rasio gigi transmisi dan diferensial yang diatur ulang agar lebih nyaman di jalan umum tanpa kehilangan performa. Di beberapa negara, AP2 juga membawa mesin 2.2 liter F22C1 untuk torsi lebih besar.
Puncak dari eksistensi S2000 terjadi pada tahun 2009 lewat edisi terbatas Ultimate Edition yang hanya diproduksi 100 unit, menjadi versi perpisahan bagi para penggemar. Mobil ini hadir dengan aksen unik dan fitur eksklusif sebagai penutup yang elegan dari perjalanan satu dekade produksi.
Dirancang oleh Shigeru Uehara, Honda S2000 tampil dengan proporsi roadster sempurna: hidung panjang, kabin kompak, dan buritan pendek. Meski tampak minimalis, desainnya justru memancarkan karakter kuat. Setiap lekukan bodi dibuat fungsional, menyatu harmonis dengan filosofi performa tinggi namun tetap praktis untuk digunakan harian.
Baca juga: Honda S2000: Roadster Legendaris yang Lahir untuk Rayakan 50 Tahun Honda
Masuk ke kabin, kesan sporty langsung terasa. Panel instrumen digital yang tergolong futuristik di masanya, posisi duduk rendah yang membuat pengemudi menyatu dengan sasis, serta transmisi manual 6-percepatan yang presisi, semuanya dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang benar-benar menyatu antara manusia dan mesin.
Di balik kap mesin, terdapat F20C berkapasitas 2.0 liter DOHC VTEC yang dipasang longitudinal. Tenaga puncak hingga 240 hp pada 8.300 rpm menjadikannya salah satu mesin 4-silinder NA dengan output per liter tertinggi di dunia saat itu. Meski tanpa turbo, F20C mampu menyaingi performa mesin-mesin berkapasitas besar karena putaran tingginya yang luar biasa.
Tahun 2004, Honda menyegarkan S2000 dengan versi AP2, menggantikan AP1 (1999–2003). Perubahan mencakup tuning suspensi, roda yang lebih besar, serta rasio gigi transmisi dan diferensial yang diatur ulang agar lebih nyaman di jalan umum tanpa kehilangan performa. Di beberapa negara, AP2 juga membawa mesin 2.2 liter F22C1 untuk torsi lebih besar.
Puncak dari eksistensi S2000 terjadi pada tahun 2009 lewat edisi terbatas Ultimate Edition yang hanya diproduksi 100 unit, menjadi versi perpisahan bagi para penggemar. Mobil ini hadir dengan aksen unik dan fitur eksklusif sebagai penutup yang elegan dari perjalanan satu dekade produksi.