AHM Siap Godok Balapan Motor Listrik, Tapi Tunggu Sinyal dari Regulasi dan Pasar
Tim langit 7
Rabu, 23 April 2025 - 17:09 WIB
AHM Siap Godok Balapan Motor Listrik, Tapi Tunggu Sinyal dari Regulasi dan Pasar
LANGIT7.ID-Jakarta;PT Astra Honda Motor (AHM) tengah membuka peluang untuk memasukkan kelas motor listrik dalam ajang balapnya di masa depan. Namun, kehadiran kelas ini tidak akan dilakukan secara terburu-buru. AHM masih mencermati perkembangan regulasi dan minat pasar sebelum melangkah lebih jauh.
Selama ini, ajang balap yang digelar oleh AHM seperti Honda Dream Cup telah menjadi ruang ekspresi bagi para pecinta balap motor berbahan bakar bensin, mulai dari Supra GTR 150, Sonic 150, CRF 150, CBR 150, hingga matik seperti BeAT dan Vario 160. Namun, di tengah tren elektrifikasi, AHM mulai melirik potensi motor listrik sebagai bagian dari arena kompetisi.
“Ya kami tidak pernah menutup (motor listrik). Jadi dalam aktivitasnya Honda tentunya banyak interest yang dipegang,” ujar Brand Activation Manager PT AHM, Andhika Sabmarin, dalam acara Honda Dream Cup 2025 di Malang, dikutip Rabu (23/4/2025).
Menurut Andhika, AHM terus mengamati peluang ke arah elektrifikasi dalam dunia balap, tetapi hal itu juga bergantung pada antusiasme pasar. “Bila kami bicara sekarang racing tentunya, dalam tahap melihat juga (ke arah elektrifikasi). Karena kami lihat balik lagi kayak buat streaming gampang, buat kelas gampang, tapi bagaimana peminatnya gitu ya,” lanjutnya.
Bagi AHM, pendekatan ke arah motor listrik tidak hanya terbatas pada balapan. Dunia modifikasi pun mulai masuk radar pengembangan. “Begitu juga kalau kita bicara hobi untuk motor listrik, balap juga kami pikirkan, modifikasi juga kita pikirin. Kami punya event lain di ranah modifikasi itu,” tegasnya.
Meskipun sejauh ini belum ada kelas khusus balapan motor listrik di ajang seperti Honda Dream Cup, peluang ke sana tetap terbuka. Hal ini mengingat AHM telah menjadi pabrikan Jepang pertama yang memasarkan motor listrik secara resmi di Indonesia, yakni Honda EM1 e:, Honda Icone:, dan Honda CUV e:.
“Ya kami pelajari dulu. Karena kalau kami tahu balap drag (motor listrik) umumnya pakai kelas bracket gitu mulai dari bracket 8, bracket 7. Tapi nantinya ya kami enggak menutup kemungkinan (menghadirkan kelas drag),” jelas Andhika.
Selama ini, ajang balap yang digelar oleh AHM seperti Honda Dream Cup telah menjadi ruang ekspresi bagi para pecinta balap motor berbahan bakar bensin, mulai dari Supra GTR 150, Sonic 150, CRF 150, CBR 150, hingga matik seperti BeAT dan Vario 160. Namun, di tengah tren elektrifikasi, AHM mulai melirik potensi motor listrik sebagai bagian dari arena kompetisi.
“Ya kami tidak pernah menutup (motor listrik). Jadi dalam aktivitasnya Honda tentunya banyak interest yang dipegang,” ujar Brand Activation Manager PT AHM, Andhika Sabmarin, dalam acara Honda Dream Cup 2025 di Malang, dikutip Rabu (23/4/2025).
Menurut Andhika, AHM terus mengamati peluang ke arah elektrifikasi dalam dunia balap, tetapi hal itu juga bergantung pada antusiasme pasar. “Bila kami bicara sekarang racing tentunya, dalam tahap melihat juga (ke arah elektrifikasi). Karena kami lihat balik lagi kayak buat streaming gampang, buat kelas gampang, tapi bagaimana peminatnya gitu ya,” lanjutnya.
Bagi AHM, pendekatan ke arah motor listrik tidak hanya terbatas pada balapan. Dunia modifikasi pun mulai masuk radar pengembangan. “Begitu juga kalau kita bicara hobi untuk motor listrik, balap juga kami pikirkan, modifikasi juga kita pikirin. Kami punya event lain di ranah modifikasi itu,” tegasnya.
Meskipun sejauh ini belum ada kelas khusus balapan motor listrik di ajang seperti Honda Dream Cup, peluang ke sana tetap terbuka. Hal ini mengingat AHM telah menjadi pabrikan Jepang pertama yang memasarkan motor listrik secara resmi di Indonesia, yakni Honda EM1 e:, Honda Icone:, dan Honda CUV e:.
“Ya kami pelajari dulu. Karena kalau kami tahu balap drag (motor listrik) umumnya pakai kelas bracket gitu mulai dari bracket 8, bracket 7. Tapi nantinya ya kami enggak menutup kemungkinan (menghadirkan kelas drag),” jelas Andhika.