Hari Kopi Sedunia dan Usulan Berdakwah dari Warkop
Fajar adhitya
Selasa, 28 September 2021 - 18:15 WIB
Hari Kopi Sedunia dan usulan berdakwah dari warkop. (Foto: Istimewa).
Hari Kopi Sedunia diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Momentum tersebut menjadi tanda bahwa kopi sangat luar biasa sampai-sampai diperingati setiap tahun.
Antusias masyarakat Indonesia terhadap minuman kopi pun tidak kalah tinggi dari sekadar peringatan Hari Kopi Sedunia. Inilah alasan mengapa kedai kopi, kafe, bahkan warkop selalu ramai pengunjung tanpa mengenal waktu.
Dalam kutipan ceramahnya di Youtube, Gus Baha saja mau bikin warkop di masjid biar jamaah shalat berjamaah makin ramai. Hari Kopi Sedunia harus jadi momentum agar kopi bisa menguatkan ummat Islam menggencarkan ibadahnya.
Menurut ustadz kenamaan asal Jawa Timur ini, jamaah akan senang datang ke masjid, sehingga rumah ibadah ini semakin makmur didatangi ummat. Bukan hanya karena Hari Kopi Sedunia, tapi karena anjuran shalat berjamaah.
Syiar Islam pun bisa digencarkan di warkop atau warung kopi. Sebab bila melihat sejarahnya, Rasulullah pun tak selalu dakwah di masjid, tapi juga di tempat umum, mulai dari pasar, rumah-rumah, bahkan balai pertemuan.
Perlu diketahui bahwa dakwah tak selamanya bersifat verbal. Komunikasi melalui gaya, sikap dan perilaku pun menjadi bagian dari mensyiarkan ajaran Islam.
Salah satu dakwah Islam di warkop secara nonverbal di antaranya dengan menunjukkan sikap jujur dalam bertransaksi, ramah kepada pelanggan, bersedekah atas sajian ke pengunjung, bahkan sampai menutup kedai saat adzan shalat.
Antusias masyarakat Indonesia terhadap minuman kopi pun tidak kalah tinggi dari sekadar peringatan Hari Kopi Sedunia. Inilah alasan mengapa kedai kopi, kafe, bahkan warkop selalu ramai pengunjung tanpa mengenal waktu.
Dalam kutipan ceramahnya di Youtube, Gus Baha saja mau bikin warkop di masjid biar jamaah shalat berjamaah makin ramai. Hari Kopi Sedunia harus jadi momentum agar kopi bisa menguatkan ummat Islam menggencarkan ibadahnya.
Menurut ustadz kenamaan asal Jawa Timur ini, jamaah akan senang datang ke masjid, sehingga rumah ibadah ini semakin makmur didatangi ummat. Bukan hanya karena Hari Kopi Sedunia, tapi karena anjuran shalat berjamaah.
Syiar Islam pun bisa digencarkan di warkop atau warung kopi. Sebab bila melihat sejarahnya, Rasulullah pun tak selalu dakwah di masjid, tapi juga di tempat umum, mulai dari pasar, rumah-rumah, bahkan balai pertemuan.
Perlu diketahui bahwa dakwah tak selamanya bersifat verbal. Komunikasi melalui gaya, sikap dan perilaku pun menjadi bagian dari mensyiarkan ajaran Islam.
Salah satu dakwah Islam di warkop secara nonverbal di antaranya dengan menunjukkan sikap jujur dalam bertransaksi, ramah kepada pelanggan, bersedekah atas sajian ke pengunjung, bahkan sampai menutup kedai saat adzan shalat.