home lifestyle muslim

Minimalisir Risiko Kanker Usus dengan Camilan Sehat

Senin, 28 April 2025 - 12:00 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Camilan populer yang dikenal karena manfaat probiotik dan kesehatan usus menarik perhatian setelah para peneliti menemukan bahwa camilan tersebut dapat dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal.

Dikutip dari Medical Daily, temuan baru ini memberikan harapan seiring meningkatnya kasus, terutama di kalangan orang dewasa muda.

Para peneliti dari Mass General Brigham menemukan bahwa yogurt, makanan pokok sarapan yang lezat bagi banyak orang, dapat memiliki efek perlindungan jangka panjang terhadap jenis kanker kolorektal melalui perubahan mikrobioma usus.

"Studi kami memberikan bukti unik tentang potensi manfaat yogurt. Pendekatan lab saya adalah mencoba menghubungkan pola makan jangka panjang dan paparan lain dengan kemungkinan perbedaan utama dalam jaringan, seperti ada atau tidaknya spesies bakteri tertentu. Pekerjaan detektif semacam ini dapat meningkatkan kekuatan bukti yang menghubungkan pola makan dengan hasil kesehatan," ujar penulis korespondensi Dr. Shuji Ogino dalam rilis berita.

Studi ini melacak sekitar 150.000 peserta dari dua studi kohort besar di AS, yang disurvei tentang konsumsi susu mereka, termasuk asupan yogurt harian. Di antara kasus yang dikonfirmasi, para peneliti mengevaluasi sampel jaringan tumor untuk mengetahui jumlah DNA Bifidobacterium. Bifidobacterium adalah jenis bakteri yang ditemukan dalam yogurt.

Tidak ada hubungan yang signifikan antara mengonsumsi yogurt dan keseluruhan insiden kanker kolorektal. Namun, para peneliti menemukan bahwa ada penurunan risiko kanker kolorektal proksimal sebesar 20 persen yang positif terhadap Bifidobacterium di antara mereka yang secara teratur mengonsumsi dua atau lebih porsi yogurt setiap minggu. Kanker kolorektal proksimal lebih agresif dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang buruk.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa yogurt dan produk susu fermentasi lainnya bermanfaat bagi kesehatan gastrointestinal dengan memodulasi sistem kekebalan tubuh dan peradangan. Temuan studi saat ini sangat relevan, karena menunjukkan efeknya mungkin khusus untuk tumor positif Bifidobacterium.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya