LANGIT7.ID-Roma; Selama bertahun-tahun, para petenis berusaha menyuarakan berbagai masalah yang sudah lama ada.
Masalah ini terutama menyangkut soal finansial, tetapi juga hak-hak lain seperti asuransi kesehatan dan jaminan hari tua.
Banyak dari mereka yang menyoroti pendapatan dari turnamen Roland Garros (france open) berharap agar AS Terbuka dan Wimbledon juga mau mendengar tuntutan mereka. Mereka sadar betapa pentingnya memberi petenis landasan yang tepat untuk berkembang demi meringankan pekerjaan mereka ke depan.
Petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, beberapa hari lalu mengatakan bahwa protes dan boikot bisa jadi kunci sukses jika tuntutan mereka ingin dipenuhi.
Namun, pernyataan Jannik Sinner terbilang sangat menarik. Sebelum turnamen Italia Terbuka, ia berbagi pendapat tentang pernyataan terbaru dari Sabalenka serta para pesaingnya seperti Coco Gauff, Elena Rybakina, dan lainnya.
Jannik Sinner meyakini harus ada rasa saling menghormati antara petenis dan pimpinan turnamen Grand Slam. Ia menegaskan bahwa para petenis memberi jauh lebih banyak dari apa yang mereka terima kembali.
"Intinya soal rasa hormat. Karena saya rasa kami memberi jauh lebih banyak daripada yang kami dapatkan," ujar Sinner, seperti dilaporkan ESPN.
"Ini bukan hanya untuk petenis papan atas, tapi untuk kami semua."
Petenis berusia 24 tahun ini tidak yakin apakah boikot adalah langkah yang tepat. Ia bilang sulit meramalkan masa depan, tapi ia sadar pentingnya mengambil sejumlah langkah agar hak-hak mereka akhirnya mendapat perhatian.
"Sulit mengatakannya," tuturnya. "Saya tidak bisa meramalkan masa depan. Tapi di saat yang sama, saya yakin kita harus mulai dari suatu titik."
Roland Garros memicu kritik keras tak hanya dari petenis, tapi juga penggemar. Pasalnya, persentase pendapatan yang masuk ke pemain hanya sekitar 15%, sementara turnamen seperti Italia Terbuka mengalokasikan sekitar 22%. Sejak tahun lalu pun para petenis sudah memperjuangkan hak mereka, mendesak agar dana hadiah diperbesar.
Beberapa pimpinan Grand Slam sempat terbuka dengan tuntutan tersebut. Wimbledon menaikkan dana hadiah 7%, AS Terbuka 20%, sedangkan Australia Terbuka menaikkan 16% di awal tahun.
Menurut petenis Italia itu, ketidakpuasan terbesar petenis muncul karena apa yang mereka harapkan tidak terpenuhi.
"Tidak enak rasanya kalau setelah satu tahun kita masih belum mencapai kesimpulan seperti yang kita inginkan," kata Sinner. "Saya sungguh percaya bahwa dalam waktu 48 jam, kita tidak hanya mendapat tanggapan, tapi juga mengadakan rapat."
Meski pejabat Roland Garros mengklaim total dana hadiah bisa dinaikkan, kenyataannya jauh berbeda. Frustrasi terus datang dari berbagai sisi.
Berdasarkan data, porsi pendapatan Roland Garros untuk petenis turun dari 15,5% di tahun 2024 menjadi 14,9% tahun ini. Jannik Sinner berharap masa depan bisa membawa momen lebih positif. Ia berharap pejabat Wimbledon akhirnya menyesuaikan langkah yang akan sangat meringankan semua pihak.
"Saya pikir dalam beberapa minggu ke depan kita akan tahu besaran hadiah Wimbledon. Kami sangat berharap akan lebih baik. Tentu setelah itu juga AS Terbuka," ujar Sinner.
Jannik Sinner menegaskan bahwa para petenis sudah terlalu lama diam, dan sekaranglah saatnya bersuara. Ia tidak meminta terlalu banyak, seperti 50%, tetapi hanya ingin memenuhi lebih dari apa yang mereka terima sekarang.
"Kami sudah lama diam, dan sekarang saatnya untuk bersuara," kata Sinner. "Kami tidak meminta 50% — kami bahkan tidak berani — tapi saat ini kami mendapat terlalu sedikit."
Pertanyaan muncul, akankah para pejabat benar-benar menanggapi protes dan pernyataan seperti ini? Mereka sadar betapa penting menjaga prestise dan reputasi. Jika terus dengan pendekatan yang sama, reputasi itu bisa rusak parah.
Kami yakin petenis lain di kategori putra juga akan bersuara dan terbuka tentang masalah yang sudah berlangsung lama ini.
Situasi dunia memang cukup kacau, tapi para petenis akhirnya sadar bahwa diam tak akan mencapai tujuan. Jika terus bungkam, situasi bisa tetap sama, bahkan memburuk di periode mendatang.
Hadiah Perempat finalis: Rp8,225 miliar
Hadiah Juara Tunggal Putra/Putri: Rp49 miliar
Hadiah Juara Kedua (Runner-up): Rp24,5 miliar
Hadiah Semifinalis: Rp13,125 miliar
Hadiah Babak Pertama (Ronde 1): Rp1,5225 miliar(*/saf/tennisworldusa)
(lam)