LANGIT7.ID-Roma; Aksi ketiga dan terakhir ATP Masters 1000 yang digelar musim ini di tanah liat akan berlangsung di Roma, di mana para petenis terbaik ATP Tour akan bertanding di Turnamen Internazionali BNL d'Italia.
Jannik Sinner berpeluang mengukir sejarah di kandang sendiri, yakni di Foro Italico, tempat babak utama berlangsung dari tanggal 6 hingga 17 Mei. Jika pemain peringkat No. 1 di PIF ATP Rankings ini berhasil mengangkat trofi Roma untuk pertama kalinya, ia akan menyelesaikan pencapaian Career Golden Masters (memenangkan seluruh sembilan turnamen Masters 1000). Namun, satu-satunya petenis yang sejauh ini berhasil mencapai prestasi tersebut, Novak Djokovic. Djokovic sang legend yang sudah mengoleksi 24 grand slam ini juga turut berada dalam daftar peserta yang berniat menghentikan langkah Sinner meraih gelar Masters 1000 keenamnya secara beruntun.
ATPTour.com merangkum 10 hal yang perlu disimak selama gelaran Internazionali BNL d'Italia 2026.
1. Bisakah Sinner melengkapi koleksinya? Sinner pada hari Minggu menjadi petenis pertama yang memenangkan lima gelar Masters 1000 secara beruntun setelah dengan mudah mengalahkan Alexander Zverev untuk merebut kemenangan di Mutua Madrid Open. Sinner yang berusia 24 tahun kini telah memenangkan delapan turnamen Masters 1000 yang berbeda, dengan hanya Roma (di mana ia mencapai final pada 2025) yang belum tercatat dalam resumenya. Jika Sinner mampu melangkah lebih jauh di Foro Italico tahun ini, ia akan menyamai Djokovic sebagai satu-satunya petenis yang berhasil meraih Career Golden Masters (Djokovic telah memenangkan sembilan turnamen tersebut setidaknya dua kali masing-masing).
2. Djokovic kembali: Djokovic yang berusia 38 tahun belum bertanding sejak Indian Wells pada awal Maret karena cedera, namun ia kini akan kembali beraksi di turnamen di mana ia merupakan juara enam kali. Djokovic, yang mencapai final di Australia Open bulan Januari dan mencatatkan rekor menang-kalah 7-2 untuk musim ini menurut Infosys ATP Win/Loss Index, akan memulai laga melawan Marton Fucsovics atau seorang pemain kualifikasi. Ia berada di bagian draw yang sama dengan unggulan kedua Alexander Zverev.
3. Zverev bidik respons cepat: Zverev tampil konsisten sepanjang tahun 2026 sejauh ini, tetapi petenis Jerman itu kecewa setelah memainkan apa yang ia sebut sebagai 'pertandingan tenis yang buruk' di final Madrid, Minggu lalu. Zverev tentu memiliki banyak kenangan indah yang bisa dikenang di Roma, di mana ia memenangkan gelar Master 1000 pertamanya dari total tujuh gelar pada tahun 2017 dan juga menjadi juara pada tahun 2024.
4. Mantan juara Medvedev: Mantan juara ketiga dan terakhir (setelah Zverev dan Djokovic) dalam draw Roma tahun ini adalah Daniil Medvedev. Petenis yang pernah menyebut dirinya 'spesialis lapangan keras' ini mengejutkan banyak pihak saat mengangkat trofi di Foro Italico pada tahun 2023, dan ia datang dengan modal telah memenangkan gelar ATP Tour di Brisbane dan Dubai pada tahun 2026.
5. Petenis Italia berusaha mengakhiri puasa gelar: Sinner akan memimpin upaya untuk melahirkan juara tunggal putra Italia pertama di Roma sejak Adriano Panatta pada tahun 1976, tetapi masih ada banyak harapan dari tuan rumah lainnya yang juga berusaha meraih kesuksesan di kandang sendiri. Di antara mereka adalah Lorenzo Musetti, Flavio Cobolli, dan Luciano Darderi, yang bersama Sinner menjadi petenis unggulan dalam draw.
6. Fils yang sedang on-fire: Arthur Fils, unggulan ke-15, mencatat rekor 9-1 di lapangan tanah liat sejauh tahun ini. Meskipun kalah dari Sinner di semifinal Madrid, pemain Prancis berusia 21 tahun itu berangkat ke Roma sebagai salah satu petenis dengan performa terbaik di Tour. Juara Barcelona, yang menempati posisi keempat di PIF ATP Live Race To Turin, berpotensi menghadapi pertandingan ulang Lexus ATP Head2Head dengan Sinner di babak keempat.
7. Demon vs. Jodar, Bagian II? Alex de Minaur akan mencari respons cepat atas kekalahan babak pertama di Madrid dari Rafael Jodar, dan petenis Australia itu mungkin mendapat kesempatan untuk membalaskan dendam dengan cepat terhadap bintang #NextGenATP tersebut lagi di Roma, di mana pasangan ini dijadwalkan bertemu di babak ketiga. Sebelum itu, De Minaur harus mengatasi Matteo Arnaldi atau Jaume Munar, sementara Jodar menghadapi Nuno Borges atau pemain kualifikasi.
8. Shelton berusaha meniru legenda Amerika: Tak ada petenis pria Amerika Serikat yang mengangkat trofi di tanah liat Roma sejak Andre Agassi pada tahun 2002. Ben Shelton akan berada di garis depan upaya memecahkan rekor tersebut tahun ini, saat ia turun sebagai unggulan kelima. Shelton, yang memenangkan gelar tanah liat terbesar dalam kariernya di Munich bulan lalu, berusaha bergabung dengan anggota Klub No. 1 ATP, Agassi, Pete Sampras, dan Jim Courier, sebagai satu-satunya juara Roma asal Amerika di era ATP Tour (sejak 1990).
9. Fonseca kejar kemenangan perdana di Roma: Jodar, bersama rekannya yang juga berusia 19 tahun, Joao Fonseca, juga akan turut serta sebagai petenis unggulan di ibu kota Italia. Pemain peringkat No. 29 dunia ini mengejar kemenangan pertamanya di Foro Italico pada percobaan keduanya dan ia berpotensi menghadapi mantan juara Next Gen ATP Finals lainnya, Hamad Medjedovic, di pertandingan pertamanya (pemain Serbia itu akan menghadapi Valentin Royer terlebih dahulu).
10. Arevalo/Pavic pertahankan mahkota: Marcelo Arevalo dan Mate Pavic memulai tahun 2026 dengan solid, namun pasangan ini datang ke Roma sejauh musim ini belum meraih satu pun gelar. Lawan-lawans tanding para juara 2025 ini dalam draw termasuk pasangan yang sedang on-fire, Harri Heliovaara dan Henry Patten, yang menang di Madrid dan berada di posisi pertama di PIF ATP Live Doubles Teams Rankings.(*/saf/atptour)
(lam)