Menilik Sejarah Hari Pendidikan Nasional, Mengapa Pada 2 Mei?
Lusi mahgriefie
Jum'at, 02 Mei 2025 - 08:57 WIB
Menilik Sejarah Hari Pendidikan Nasional, Mengapa Pada 2 Mei?
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dirayakan tanggal 2 Mei setiap tahunnya. Bagaimana sejarahnya mengenai penentuan tanggal ini?
Segala sesuatu selalu ada alasan di baliknya, termasuk menentukan tanggal memperingati Hardiknas. Menilik sejarahnya, tanggal 2 Mei dipilih lantaran tanggal tersebut merupakan tanggal kelahiran tokoh pelopor pendidikan di Indonesia, sekaligus pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa yaitu Ki Hajar Dewantara.
Dengan demikian oleh pemerintah, 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Meski menjadi hari nasional, perlu diketahui bahwa 2 Mei bukanlah hari libur nasional, hanya saja dirayakan secara luas di Indonesia. Perayaannya biasanya ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, dari tingkat kecamatan hingga pusat, disertai dengan penyampaian pidato bertema pendidikan oleh pejabat terkait.
Sejarah Hari Pendidikan Nasional
Ki Hajar Dewantara, sosok pahlawan yang memperjuangkan pendidikan nasional, lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889, dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berasal dari keturunan keraton Yogyakarta.
Beliau mengeyam pendidikan di Sekolah Dasar ELS, dan melanjutkan ke sekolah Belanda yang bernama STOVIA atau Sekolah Dokter Bumiputera namun tidak sampai lulus dikarenakan sakit.
Segala sesuatu selalu ada alasan di baliknya, termasuk menentukan tanggal memperingati Hardiknas. Menilik sejarahnya, tanggal 2 Mei dipilih lantaran tanggal tersebut merupakan tanggal kelahiran tokoh pelopor pendidikan di Indonesia, sekaligus pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa yaitu Ki Hajar Dewantara.
Dengan demikian oleh pemerintah, 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Meski menjadi hari nasional, perlu diketahui bahwa 2 Mei bukanlah hari libur nasional, hanya saja dirayakan secara luas di Indonesia. Perayaannya biasanya ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, dari tingkat kecamatan hingga pusat, disertai dengan penyampaian pidato bertema pendidikan oleh pejabat terkait.
Sejarah Hari Pendidikan Nasional
Ki Hajar Dewantara, sosok pahlawan yang memperjuangkan pendidikan nasional, lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889, dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berasal dari keturunan keraton Yogyakarta.
Beliau mengeyam pendidikan di Sekolah Dasar ELS, dan melanjutkan ke sekolah Belanda yang bernama STOVIA atau Sekolah Dokter Bumiputera namun tidak sampai lulus dikarenakan sakit.