home edukasi & pesantren

Dukungan Inggris Perkuat Literasi Digital di 10 Provinsi Indonesia

Jum'at, 02 Mei 2025 - 15:23 WIB
Dukungan Inggris Perkuat Literasi Digital di 10 Provinsi Indonesia
LANGIT7.ID-Jakarta;Di tengah tantangan kesenjangan digital yang masih membelit Indonesia, berbagai komunitas lokal bergerak dengan cara unik dan inovatif untuk menjembatani ketimpangan akses teknologi. Salah satu contohnya adalah di Sumba, ketika warga setempat membangun menara internet dari bambu demi memperluas konektivitas.

Langkah seperti ini bukan sekadar simbol ketahanan komunitas, tapi juga menjadi sorotan dalam Pameran Jejaring Warga yang digelar di Bentara Budaya Jakarta mulai 2 hingga 9 Mei. Pameran ini menyajikan berbagai prototipe infrastruktur teknologi informasi, dokumentasi pelatihan literasi digital, hingga artefak budaya dari sepuluh provinsi sejak 2020.

“Pameran ini tidak hanya bicara soal internet tapi bagaimana masyarakat di berbagai daerah mengumpulkan berbagai daya upaya untuk mengatasi tantangan kesejahteraan digital di Indonesia untuk membuat hidup mereka lebih baik dan bermakna,” ujar Direktur Common Room Networks Foundation, Gustaff Harriman.

Dengan pengalaman geografis yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam menyatukan akses digital. Menurut Gustaff, solusi tak bisa diseragamkan karena komunitas lokal jauh lebih memahami kondisi dan kendala masing-masing daerah.

Upaya akar rumput ini mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta melalui Digital Access Programme. Sejak 2020, program ini aktif melibatkan mitra lokal termasuk Common Room, guna memperkuat keterampilan teknis dan literasi digital masyarakat.

Kepala Digital dan Urusan Sosial Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Samuel Hayes, menyampaikan bahwa pengalaman Inggris dalam mempersempit kesenjangan digital selama 40 tahun terakhir bisa menjadi referensi berharga bagi Indonesia. “Di Inggris, kami juga memiliki kesenjangan digital, tetapi kesenjangan ini mulai menyempit. Karena itu, kami ingin membagikan semua praktik baik yang telah kami lakukan, memastikan bahwa pelajaran yang kami peroleh bisa dibagikan kepada Indonesia, agar Indonesia juga dapat mengurangi dan mempersempit kesenjangan digitalnya,” katanya.

Hayes menekankan bahwa Inggris mengusung pendekatan multi-segi, seperti pengembangan infrastruktur digital, promosi literasi digital, hingga desain layanan digital yang inklusif. Selain perluasan internet cepat ke wilayah tertinggal, mereka juga fokus pada pelatihan keterampilan digital.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya