home global news

Kapal Kemanusiaan ke Gaza Diserang, NGO Kecam Sikap Malta

Senin, 05 Mei 2025 - 06:39 WIB
Kapal Kemanusiaan ke Gaza Diserang, NGO Kecam Sikap Malta
LANGIT7.ID–Jakarta;Sebuah organisasi non-pemerintah internasional menuduh pemerintah Malta telah menghalangi akses ke kapal bantuan kemanusiaan tujuan Gaza yang sebelumnya dikabarkan diserang dua drone. Malta sendiri membantah tuduhan itu dan menyatakan bahwa pihak kru kapal justru menolak bantuan yang ditawarkan.

Freedom Flotilla Coalition, kelompok NGO internasional yang mengoperasikan kapal tersebut, menyalahkan Israel atas insiden penyerangan itu. Israel hingga saat ini belum memberikan tanggapan apa pun terkait tuduhan tersebut.

Kapal bernama Conscience itu mengalami kerusakan di bagian depan dan kehilangan daya setelah dihantam drone di perairan internasional, tepat di luar wilayah laut Malta di bagian selatan Laut Mediterania. Menurut pihak NGO, kapal tersebut sedang menunggu untuk menjemput sekitar 30 aktivis perdamaian dari berbagai negara sebelum berlayar ke Gaza untuk mengirimkan makanan dan obat-obatan.

Mereka juga menyebutkan bahwa relawan dari 13 negara yang mencoba mendekati kapal dari Malta pada Jumat dan Sabtu lalu justru dicegat oleh militer Malta. Para relawan itu dipaksa kembali ke daratan dengan ancaman penangkapan.

"Sejak diserang oleh dua drone pada dini hari tanggal 2 Mei, kapal bantuan kemanusiaan Conscience telah tertahan di perairan internasional," demikian isi pernyataan dari koalisi tersebut. Mereka juga menambahkan bahwa otoritas Malta melarang kapal merapat ke pelabuhan untuk memperbaiki kerusakan dan mendapatkan perawatan untuk empat orang di atas kapal yang mengalami luka akibat serangan drone—ini merupakan pertama kalinya disebut ada korban luka.

Perdana Menteri Malta, Robert Abela, mengatakan negaranya tetap menawarkan bantuan kepada kapal tersebut, namun ia menekankan bahwa keamanan nasional Malta juga harus dijaga. Ia mengklaim bahwa kapten kapal terus menolak permintaan agar kapal diperiksa oleh petugas survei dan polisi Malta.

Abela menegaskan bahwa jika nanti terbukti muatan kapal tersebut benar-benar hanya bantuan kemanusiaan, Malta akan membantu mempercepat proses perbaikan agar kapal bisa melanjutkan perjalanan ke Gaza.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya