Menbud Fadli Zon Ungkap Alasan Pentingnya Kain Tradisional di Era Modern
Tim langit 7
Jum'at, 09 Mei 2025 - 15:18 WIB
Dok: Humas Kementerian Kebudayaan
LANGIT7.ID-Semarang;Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi membuka Pameran Nasional Kain Tradisional Nusantara yang digelar di Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Kota Semarang. Pameran ini menjadi wujud nyata upaya pelestarian warisan budaya Indonesia sekaligus penguatan identitas kebangsaan melalui budaya wastra tradisional.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan mengapresiasi Museum Jawa Tengah Ranggawarsita yang telah menginisiasi terselenggaranya pameran nasional ini, mengumpulkan ragam kain dari berbagai provinsi, dan menampilkan tidak hanya wujudnya, tetapi juga kisah, teknik, dan nilai yang terkandung di baliknya.
“Pameran ini bukan hanya ajang apresiasi seni tekstil, tetapi juga panggung untuk memperlihatkan betapa kayanya identitas budaya kita yang tercermin dalam helai-helai kain dari Sabang sampai Merauke,” ujar Menteri Fadli Zon dalam sambutannya, Jumat (9/5/2025).
Menteri Fadli Zon juga menyoroti betapa kayanya warisan wastra Nusantara yang mencerminkan mega diversity budaya Indonesia serta potensinya dalam mendukung ekonomi berkelanjutan, termasuk dalam industri fashion dan ekspor batik yang terus berkembang.
Pameran yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah ini diikuti oleh 36 museum di Indonesia dan berlangsung pada tanggal 8 hingga 12 Mei 2025. Mengusung tema Rupa Warna Wastra Nusantara yang menampilkan 102 koleksi wastra dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari batik Jawa, tenun ikat Nusa Tenggara, songket Sumatera, ulos Batak, hingga kain Sasirangan Kalimantan.
Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap pelestarian budaya di Jawa Tengah, khususnya melalui penyelenggaraan Pameran Kain Tradisional Nusantara di Museum Ranggawarsita. Ia menegaskan pentingnya museum sebagai sarana edukasi dan promosi budaya bagi generasi muda, serta menyoroti kekayaan kain tradisional Indonesia yang sangat beragam, baik dari segi motif, warna, maupun filosofi yang terkandung di dalamnya.
“Tidak hanya untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa melalui kolaborasi antar museum, pameran ini juga sebagai sarana mengenalkan sekaligus mempublikasikan keanekaragaman kekayaan wastra Nusantara kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan mengapresiasi Museum Jawa Tengah Ranggawarsita yang telah menginisiasi terselenggaranya pameran nasional ini, mengumpulkan ragam kain dari berbagai provinsi, dan menampilkan tidak hanya wujudnya, tetapi juga kisah, teknik, dan nilai yang terkandung di baliknya.
“Pameran ini bukan hanya ajang apresiasi seni tekstil, tetapi juga panggung untuk memperlihatkan betapa kayanya identitas budaya kita yang tercermin dalam helai-helai kain dari Sabang sampai Merauke,” ujar Menteri Fadli Zon dalam sambutannya, Jumat (9/5/2025).
Menteri Fadli Zon juga menyoroti betapa kayanya warisan wastra Nusantara yang mencerminkan mega diversity budaya Indonesia serta potensinya dalam mendukung ekonomi berkelanjutan, termasuk dalam industri fashion dan ekspor batik yang terus berkembang.
Pameran yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah ini diikuti oleh 36 museum di Indonesia dan berlangsung pada tanggal 8 hingga 12 Mei 2025. Mengusung tema Rupa Warna Wastra Nusantara yang menampilkan 102 koleksi wastra dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari batik Jawa, tenun ikat Nusa Tenggara, songket Sumatera, ulos Batak, hingga kain Sasirangan Kalimantan.
Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap pelestarian budaya di Jawa Tengah, khususnya melalui penyelenggaraan Pameran Kain Tradisional Nusantara di Museum Ranggawarsita. Ia menegaskan pentingnya museum sebagai sarana edukasi dan promosi budaya bagi generasi muda, serta menyoroti kekayaan kain tradisional Indonesia yang sangat beragam, baik dari segi motif, warna, maupun filosofi yang terkandung di dalamnya.
“Tidak hanya untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa melalui kolaborasi antar museum, pameran ini juga sebagai sarana mengenalkan sekaligus mempublikasikan keanekaragaman kekayaan wastra Nusantara kepada masyarakat,” ujarnya.