LANGIT7.ID-Paris; Panggung utama Roland Garros belum pernah semerah ini bagi tenis putri Indonesia, Janice Tjen. Untuk pertama kalinya, Janice Tjen akan merasakan atmosfer Grand Slam yang sesungguhnya. Dan ini momentum bagi petenis kebanggaan Indonesia untuk membuktikan talentanya di ajang grand slam.
Bagi Janice Tjen, perjuangannya di Roland Garros ini tidak mudah. Semua petenis mempersiapkan dengan sangat matang untuk menjadi sang juara.
Di babak pertama saja, Janice Tjen langsung menghadapi lawan tidak mudah. Janice Tjen yang peringkat 41 dunia itu langsung ditantang oleh wakil Amerika Serikat, Emma Navarro (peringkat 39).
Pertandingan dijadwalkan pada Minggu (24/5) dan menjadi sorotan tersendiri, karena nasib keduanya di Roland Garros akan ditentukan oleh kondisi yang sangat kontras.
Jika melihat perjalanan keduanya di musim tanah liat tahun ini, sepertinya tidak ada yang berani menjamin kemenangan.
Janice sebenarnya sudah mencoba mengasah kemampuan di level tertinggi. Ia tampil di WTA 1000 Madrid dan WTA 1000 Roma. Sayang, langkahnya selalu terhenti di babak kedua. Bahkan saat turun ke level lebih rendah di Maroko Open (sebagai unggulan utama sekalipun), ia hanya mampu mencapai 16 besar.
Sementara itu, musim tanah liat Navarro bisa dibilang tidak mulus. Ia langsung tersingkir di babak pertama Italian Open 2026, dan hanya bertahan sampai babak kedua di ajang WTA 125 Trophee Lagardere.
Yang menarik, keduanya tiba di Paris dengan status "masih panas" setelah bertarung di pekan yang sama—Navarro baru saja memainkan semifinal Strasbourg, sementara Janice menyelesaikan kiprahnya di Maroko.
Peringatan dari Sang Juara BertahanMeski fokus tertuju pada duel debutan, nama Coco Gauff tetap menjadi pusat perhatian. Juara bertahan Roland Garros itu datang ke Paris dengan percaya diri tinggi setelah menjadi finalis di Roma.
Yang lebih menarik, hasil di Roma dan Madrid justru menunjukkan bahwa papan atas bukanlah jaminan mutlak. Marta Kostyuk (juara Madrid) dan Elina Svitolina (juara Roma) sama-sama berada di luar Top 5 WTA, membuktikan bahwa lapangan tanah liat Prancis selalu punya cerita kejutan.
Sabalenka, Si Unggulan yang MengintaiDi puncak persaingan, nama Aryna Sabalenka—finalis tahun lalu sekaligus petenis nomor satu dunia—resmi menjadi unggulan teratas French Open 2026. Ia menjadi tembok tertinggi yang mungkin harus dihadapi siapa pun yang melangkah jauh.
Namun sebelum memikirkan semua itu, Janice Tjen harus melewati rintangan pertamanya yang tidak kalah berat: menghadapi Emma Navarro di debut Grand Slam-nya. Apakah ia akan tampil percaya diri atau gugup? Semua akan terjawab di Minggu.(*/saf)
(lam)