Potensi Produk Halal RI Bisa Capai 7,8 Kuadriliun, Pesantren Jadi Kunci
Tim langit 7
Senin, 12 Mei 2025 - 14:19 WIB
Potensi Produk Halal RI Bisa Capai 7,8 Kuadriliun, Pesantren Jadi Kunci
LANGIT7.ID–Jakarta; Komitmen dalam membangun ekonomi syariah nasional terus diperkuat. Salah satu bentuk konkretnya ditunjukkan melalui pertemuan Dewan Pakar Ekonomi Syariah Rezza Artha dengan KH Ma’ruf Amin di kediaman pribadi Ma’ruf di Cimanggis, Depok, Sabtu (10/5). Pertemuan tersebut menyoroti arah strategis ekonomi syariah pasca Pemerintahan Jokowi–Ma’ruf, serta memastikan keberlanjutan program-program unggulan pada masa pemerintahan Prabowo–Gibran.
Rezza Artha menilai bahwa keberadaan 42.000 pesantren dengan 4,8 juta santri di Indonesia adalah peluang emas. Menurutnya, jika pesantren-pesantren ini diberdayakan sebagai sentra produksi produk halal dan layanan syariah, maka dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian nasional.
"Bayangkan bagaimana dampaknya jika masing-masing pesantren tersebut dapat menjadi sentra-sentra produksi produk halal dan jasa syariah di berbagai bidang, ini tentunya akan menjadi sumbangan besar bagi perekonomian," ujar dia, dikutip Senin (12/5/2025).
Ia juga menambahkan, potensi ekspor produk halal ke negara-negara mayoritas Muslim di dunia masih sangat terbuka.
"Itu baru yang di dalam negerinya saja, belum lagi potensi ekspor produk-produk halal ke negara-negara Muslim dunia yang pada 2022 senilai 5,7 kuadriliun dan dipredisksi pada 2027 akan menyentuh 7,8 kuadriliun," ujar dia.
Dalam kesempatan yang sama, Rezza menjelaskan bahwa pihaknya masih terus menjalin koordinasi erat dengan Wapres ke-13 KH Ma’ruf Amin demi memastikan arah kebijakan ekonomi syariah tetap on track. Ia menggarisbawahi pentingnya kesinambungan visi, strategi, dan eksekusi di lapangan.
“Ini adalah bukti keberlanjutan yang dijanjikan Prabowo Gibran pada saat kampanye kemarin akan terus melanjutkan kebijakan-kebijakan dan program-program Ekonomi Syariah yang sudah ditorehkan oleh Pemerintahan Jokowi Maruf," kata Reza.
Rezza Artha menilai bahwa keberadaan 42.000 pesantren dengan 4,8 juta santri di Indonesia adalah peluang emas. Menurutnya, jika pesantren-pesantren ini diberdayakan sebagai sentra produksi produk halal dan layanan syariah, maka dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian nasional.
"Bayangkan bagaimana dampaknya jika masing-masing pesantren tersebut dapat menjadi sentra-sentra produksi produk halal dan jasa syariah di berbagai bidang, ini tentunya akan menjadi sumbangan besar bagi perekonomian," ujar dia, dikutip Senin (12/5/2025).
Ia juga menambahkan, potensi ekspor produk halal ke negara-negara mayoritas Muslim di dunia masih sangat terbuka.
"Itu baru yang di dalam negerinya saja, belum lagi potensi ekspor produk-produk halal ke negara-negara Muslim dunia yang pada 2022 senilai 5,7 kuadriliun dan dipredisksi pada 2027 akan menyentuh 7,8 kuadriliun," ujar dia.
Dalam kesempatan yang sama, Rezza menjelaskan bahwa pihaknya masih terus menjalin koordinasi erat dengan Wapres ke-13 KH Ma’ruf Amin demi memastikan arah kebijakan ekonomi syariah tetap on track. Ia menggarisbawahi pentingnya kesinambungan visi, strategi, dan eksekusi di lapangan.
“Ini adalah bukti keberlanjutan yang dijanjikan Prabowo Gibran pada saat kampanye kemarin akan terus melanjutkan kebijakan-kebijakan dan program-program Ekonomi Syariah yang sudah ditorehkan oleh Pemerintahan Jokowi Maruf," kata Reza.