home global news

Mahasiswa Turki Rumeysa Ozturk Tetap Berjuang Pasca Ditahan Amerika Gara Gara Protes Kekejaman di Gaza

Senin, 12 Mei 2025 - 18:44 WIB
Mahasiswa Turki Rumeysa Ozturk Tetap Berjuang Pasca Ditahan Amerika Gara Gara Protes Kekejaman di Gaza
LANGIT7.ID-Turki; Seorang mahasiswa doktoral asal Turki di Tufts University, Amerika Serikat, telah kembali ke Boston setelah lebih dari enam pekan ditahan di pusat detensi imigrasi di Louisiana. Pengacaranya menyebut penahanan ini sebagai tindakan politis yang menargetkan kebebasan berekspresi.

Saat tiba di Bandara Internasional Boston Logan pada Sabtu (11/5), Rumeysa Ozturk mengaku lega bisa kembali melanjutkan studinya setelah melewati masa yang "sangat sulit".

"Selama 45 hari terakhir, saya kehilangan kebebasan dan kesempatan belajar di momen penting studi doktoral saya," ujarnya. "Tapi saya sangat berterima kasih atas semua dukungan, kebaikan, dan perhatian yang diberikan."

Sehari sebelumnya, seorang hakim federal memerintahkan pembebasannya sambil menunggu keputusan akhir terkait gugatan bahwa penahanannya ilegal.

Ozturk (30) ditangkap pada 25 Maret oleh petugas imigrasi di Massachusetts, yang mencabut visa pelajarnya dan memindahkannya ke fasilitas detensi di Louisiana.

Para pendukungnya meyakini Ozturk—penerima beasiswa Fulbright asal Turki—dijadikan target karena pernah menulis artikel opini di koran kampus yang menyerukan Tufts University mengakui perang Israel di Gaza sebagai genosida.

Berita Lainnya