Hasil Studi Menunjukkan Manfaat Berkebun Mampu Tekan Risiko Demensia
Lusi mahgriefie
Selasa, 13 Mei 2025 - 09:57 WIB
Hasil Studi Menunjukkan Manfaat Berkebun Mampu Tekan Risiko Demensia
Berkebun ternyata bukan hanya memiliki manfaat untuk mempercantik taman maupun mendapat hasil kebun saja, ternyata hasil penelitian menunjukkan berkebun juga mampu menjaga fungsi kognitif, membantu Anda hidup lebih sehat dan menekan risiko terkena demensia.
Pada tahun 2015, Norwegia menjadi salah satu negara pertama yang membuat rencana perawatan demensia nasional, yang mencakup layanan penitipan anak yang ditawarkan pemerintah seperti Inn på tunet, yang diterjemahkan sebagai "ke halaman" atau peternakan perawatan. Melansir BBC, dilihat Selasa (13/5/2025).
Hingga kini, seiring dengan pengakuan para peneliti akan manfaat kognitif yang besar dari bekerja di lahan maka semakin banyak masyarakat yang mengintegrasikan berkebun ke dalam perawatan kesehatan. Mulai dar imenangani semua jenis kebutuhan kesehatan melalui aktivitas yang ditentukan secara sosial di alam.
Data baru mengungkap manfaat berkebun. Dalam studi pertama, peneliti dari Universitas Edinburgh menyelidiki apakah mungkin ada hubungan antara berkebun dan perubahan kecerdasan sepanjang hidup kita.
Studi tersebut membandingkan skor tes kecerdasan peserta pada usia 11 dan 79 tahun. Hasilnya, menunjukkan mereka yang menghabiskan waktu berkebun menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif yang lebih besar sepanjang hidup mereka daripada mereka yang tidak pernah atau jarang melakukannya.
"Terlibat dalam proyek berkebun, belajar tentang tanaman, dan pemeliharaan taman secara umum melibatkan proses kognitif yang kompleks seperti memori dan fungsi eksekutif," kata Janie Corley, peneliti utama studi tersebut, dalam siaran pers.
Dan berkebun tampaknya memiliki manfaat kognitif tertentu. Salah satu manfaatnya, para tukang kebun tampaknya mengalami peningkatan kadar faktor neurotropik yang berasal dari otak (BDNF), protein yang berperan penting dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidup neuron. Mereka juga menerima peningkatan faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF), protein yang terkait dengan peningkatan fungsi kognitif.
Pada tahun 2015, Norwegia menjadi salah satu negara pertama yang membuat rencana perawatan demensia nasional, yang mencakup layanan penitipan anak yang ditawarkan pemerintah seperti Inn på tunet, yang diterjemahkan sebagai "ke halaman" atau peternakan perawatan. Melansir BBC, dilihat Selasa (13/5/2025).
Hingga kini, seiring dengan pengakuan para peneliti akan manfaat kognitif yang besar dari bekerja di lahan maka semakin banyak masyarakat yang mengintegrasikan berkebun ke dalam perawatan kesehatan. Mulai dar imenangani semua jenis kebutuhan kesehatan melalui aktivitas yang ditentukan secara sosial di alam.
Data baru mengungkap manfaat berkebun. Dalam studi pertama, peneliti dari Universitas Edinburgh menyelidiki apakah mungkin ada hubungan antara berkebun dan perubahan kecerdasan sepanjang hidup kita.
Studi tersebut membandingkan skor tes kecerdasan peserta pada usia 11 dan 79 tahun. Hasilnya, menunjukkan mereka yang menghabiskan waktu berkebun menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif yang lebih besar sepanjang hidup mereka daripada mereka yang tidak pernah atau jarang melakukannya.
"Terlibat dalam proyek berkebun, belajar tentang tanaman, dan pemeliharaan taman secara umum melibatkan proses kognitif yang kompleks seperti memori dan fungsi eksekutif," kata Janie Corley, peneliti utama studi tersebut, dalam siaran pers.
Dan berkebun tampaknya memiliki manfaat kognitif tertentu. Salah satu manfaatnya, para tukang kebun tampaknya mengalami peningkatan kadar faktor neurotropik yang berasal dari otak (BDNF), protein yang berperan penting dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidup neuron. Mereka juga menerima peningkatan faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF), protein yang terkait dengan peningkatan fungsi kognitif.