home masjid

Kisah Sufi Ajaran Nizamudin Aulia: Tuan Rumah dan Tamu

Rabu, 14 Mei 2025 - 05:15 WIB
Kisah ini merupakan salah satu kisah Sufi yang mengandung pembatasan. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Kisah ini dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".

Seorang guru adalah laksana tuan rumah. Para tamunya adalah orang-orang yang berusaha mempelajari Jalan. Mereka ini adalah orang-orang yang belum pernah berada dalam rumah sebelumnya, dan hanya mempunyai bayangan samar-samar tentang ujudnya. Bagi mereka, rumah itu ada, tidak lebih.

Ketika Tamu memasuki rumah dan melihat bangku, mereka pun bertanya, "Apa gerangan ini?' Dijawab: "Ini tempat duduk." Demikianlah, Tamu itu pun duduk di kursi, tetapi tak sadar sepenuhnya tentang kegunaannya.

Tuan Rumah menjamu mereka, namun mereka melanjutkan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, yang beberapa di antaranya tidak ada sangkut pautnya. Layaknya tuan rumah yang baik, Pemilik Rumah itu tidak menyalahkan ketololan mereka tersebut. Misalnya, mereka ingin mengetahui tempat dan waktu makan.

Para Tamu itu tidak menyadari bahwa tak ada orang yang sendirian, dan bahwa pada saat itu pun ada orang lain yang sedang memasak makanan, dan bahwa terdapat kamar lain tempat mereka nanti akan duduk makan. Karena tidak melihat tepung, atau proses pengolahannya, mereka pun bingung, mungkin ragu, dan bahkan gelisah.

Baca juga: Kisah Sufi: Kandil Besi

Karena memahami kebingungan tamunya, Tuan Rumah yang baik pun mencoba menenteramkan hati mereka agar nantinya mereka bisa menikmati makanan ketika waktunya tiba. Semula, tidak siap untuk mencicipi hidangan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya