home lifestyle muslim

Angka Rabun Jauh pada Anak Meningkat, Penggunaan Gawai Jadi Salah Satu Penyebab

Rabu, 14 Mei 2025 - 08:00 WIB
ilustrasi
Pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu meninggalkan jejak bagi dunia kesehatan. Bukan hanya gangguan kesehatan pada saluran pernapasan, namun juga pada mata.

Terbatasnya aktivitas di luar ruangan dan segala aktivitas pekerjaan dan kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan secara daring dan terus menerus. Hal ini menimbulkan permasalahan pada mata seperti kelainan refraksi mata.

Data International Agency for the Prevention of Blindness pada 2021, sekitar 165 juta anak di seluruh dunia mengalami rabun jauh. Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah dan ada sekitar 275 anak pada 2050.

Sedangkan, di Indonesia setidaknya 3 dari 4 anak yang mengalami refraksi belum mendapat penanganan dengan kacamata. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI juga menyebutkan sekitar 3,6 juta anak di Indonesia mengalami refraksi.

Dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Siti Damawiyah, S. Kep., Ns., M.Kep., menyebutkan jika kelainan refraksi mata terbagi menjadi miopia, hipermetropia, dan astigmatisme.

Miopia menjadi kelainan refraksi mata yang sering terjadi pada anak-anak saat ini karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. “Bisa karena faktor genetik atau faktor lingkungan,” jelasnya.

Baca juga:10 Manfaat Baik Kunyit Bagi Kesehatan, Salah Satunya untuk Pencernaan
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya