Kelebihan Berat Badan pada Anak Berdampak pada Kesehatan
Fajar adhitya
Kamis, 15 Mei 2025 - 06:12 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Peningkatan obesitas pada anak-anak telah mendorong para peneliti untuk mencari tahu lebih lanjut tentang bagaimana kelebihan berat badan pada awal masa kanak-kanak membentuk kesehatan mereka dalam jangka panjang.
Menurut siaranMedical Daily, studi baru yang dipresentasikan dalam Kongres Eropa tentang Obesitas 2025 di Spanyol menunjukkan bahwa pelacakan rasio ukuran pinggang dan tinggi badan anak dapat memberikan tanda peringatan dini risiko masalah jantung dan metabolisme pada usia 10 tahun.
Penulis utama studi Dr. David Horner menyampaikan pentingnya memahami bagaimana obesitas sentral selama masa kanak-kanak berkaitan dengan tanda-tanda awal penurunan metabolisme.
"Termasuk tekanan darah tinggi dan biomarker yang beredar yang terkait dengan penyakit kardiometabolik di masa mendatang," ujarnya.
Untuk memahami bagaimana pola lemak tubuh di awal kehidupan berhubungan dengan kesehatan jantung, para peneliti memanfaatkan data dari 700 anak yang terdaftar dalamCopenhagen Prospective Studies on Asthma in Childhood, sebuah studi jangka panjang yang melacak anak-anak sejak lahir.
Dalam 14 kali pemeriksaan dari usia satu minggu hingga 10 tahun, tim peneliti memantau penanda utama kesehatan kardiometabolik seperti kolesterol HDL, lemak darah, glukosa, resistensi insulin, dan tekanan darah yang disesuaikan dengan tinggi badan.
Berdasarkan perubahan rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan, mereka mengidentifikasi tiga pola pertumbuhan, yakni kelompok referensi yang stabil, kelompok dengan lingkar pinggang meningkat lebih awal sebelum mencapai titik jenuh, dan kelompok yang menunjukkan peningkatan yang stabil dari waktu ke waktu.
Menurut siaranMedical Daily, studi baru yang dipresentasikan dalam Kongres Eropa tentang Obesitas 2025 di Spanyol menunjukkan bahwa pelacakan rasio ukuran pinggang dan tinggi badan anak dapat memberikan tanda peringatan dini risiko masalah jantung dan metabolisme pada usia 10 tahun.
Penulis utama studi Dr. David Horner menyampaikan pentingnya memahami bagaimana obesitas sentral selama masa kanak-kanak berkaitan dengan tanda-tanda awal penurunan metabolisme.
"Termasuk tekanan darah tinggi dan biomarker yang beredar yang terkait dengan penyakit kardiometabolik di masa mendatang," ujarnya.
Untuk memahami bagaimana pola lemak tubuh di awal kehidupan berhubungan dengan kesehatan jantung, para peneliti memanfaatkan data dari 700 anak yang terdaftar dalamCopenhagen Prospective Studies on Asthma in Childhood, sebuah studi jangka panjang yang melacak anak-anak sejak lahir.
Dalam 14 kali pemeriksaan dari usia satu minggu hingga 10 tahun, tim peneliti memantau penanda utama kesehatan kardiometabolik seperti kolesterol HDL, lemak darah, glukosa, resistensi insulin, dan tekanan darah yang disesuaikan dengan tinggi badan.
Berdasarkan perubahan rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan, mereka mengidentifikasi tiga pola pertumbuhan, yakni kelompok referensi yang stabil, kelompok dengan lingkar pinggang meningkat lebih awal sebelum mencapai titik jenuh, dan kelompok yang menunjukkan peningkatan yang stabil dari waktu ke waktu.