Menbud Fadli Zon Perkuat Kolaborasi Budaya Negara Islam di Rusia
Tim langit 7
Jum'at, 16 Mei 2025 - 17:47 WIB
Menbud Fadli Zon Perkuat Kolaborasi Budaya Negara Islam di Rusia
LANGIT7.ID-Kazan, Federasi Rusia;Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan pada Congress of Ministers of Culture of the Islamic World di Kazan, melangsungkan dialog dengan sejumlah tokoh, di antaranya Presiden Islamic Culture and Relations Organization (ICRO) Republik Islam Iran, Dr. Mohammad Mahdi Imanipour; Direktur Jenderal Islamic World Educational, Scientific, and Cultural Organization (ICESCO), Dr. Salim M. AlMalik; Wakil Menteri Kebudayaan Rusia, Andrey Malyshev, dan Yang Mulia Rustam Minnikhanov, Rais Republik Tatarstan.
Dalam pertemuan dengan Presiden Islamic Culture and Relations Organization (ICRO) Republik Islam Iran, Dr. Mohammad Mahdi Imanipour, keduanya membahas tentang komitmen bersama Indonesia-Iran untuk mempererat kolaborasi di bidang pelestarian warisan budaya takbenda dan berbagai ekspresi budaya Islam melalui peran aktif kedua negara di berbagai forum internasional.
Menurut Menbud Fadli Zon, Iran dan Indonesia merupakan negara yang sama-sama memiliki kekayaan warisan budaya takbenda yang mencerminkan sejarah, keragaman etnis, serta nilai-nilai spiritual masyarakatnya. “Dari tradisi, sastra, musik, seni pertunjukan, hingga ritual keagamaan, kedua negara memiliki banyak potensi untuk saling berbagi dan memperkaya keberagaman satu sama lain,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (16/5/2025).
Selanjutnya, dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal Islamic World Educational, Scientific and Cultural Organization (ICESCO), Dr. Salim M. AlMalik, Menbud Fadli Zon membahas peluang kerja sama dalam upaya pelindungan warisan budaya serta penguatan kolaborasi antarnegara anggota ICESCO dalam pemajuan kebudayaan Islam di tingkat global. ICESCO merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di dunia dengan 54 negara anggota yang berfokus pada bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya, dan komunikasi, yang didirikan pada tahun 1979.
“Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia yang memiliki keragaman budaya sangat tinggi, menjunjung tinggi prinsip toleransi dan menghargai keberagaman sebagai hal yang dapat mempererat persatuan bangsa. Negara-negara Islam perlu memperkuat kerja sama dan kolaborasi dalam pelestarian warisan budaya takbenda di dunia Islam, mulai dari tradisi lisan, praktik keagamaan, seni pertunjukan, hingga pengetahuan tradisional yang berakar pada nilai-nilai Islam yang tentu jumlahnya sangat beragam” jelas Menbud.
Dalam kesempatan ini, Direktur Jenderal Islamic World Educational, Scientific and Cultural Organization (ICESCO), Dr. Salim M. AlMalik, juga mengajak Indonesia untuk berperan aktif dalam memperkuat diplomasi budaya dunia Islam sehingga dapat terwujud perdamaian dunia yang berdasarkan pada prinsip-prinsip yang merefleksikan nilai Islam seperti toleransi, moderasi, dan persaudaraan.
Melanjutkan dialog pada forum ini, Menbud Fadli Zon berdiskusi dengan Wakil Menteri Kebudayaan Rusia, Andrey Malyshev untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia-Rusia yang telah terjalin 75 tahun. Menbud mengapresiasi acara ini, “Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menyambut baik inisiatif ini dan berharap dapat terwujud kolaborasi yang lebih erat antarnegara yang hadir dalam forum ini,” ungkapnya.
Dalam pertemuan dengan Presiden Islamic Culture and Relations Organization (ICRO) Republik Islam Iran, Dr. Mohammad Mahdi Imanipour, keduanya membahas tentang komitmen bersama Indonesia-Iran untuk mempererat kolaborasi di bidang pelestarian warisan budaya takbenda dan berbagai ekspresi budaya Islam melalui peran aktif kedua negara di berbagai forum internasional.
Menurut Menbud Fadli Zon, Iran dan Indonesia merupakan negara yang sama-sama memiliki kekayaan warisan budaya takbenda yang mencerminkan sejarah, keragaman etnis, serta nilai-nilai spiritual masyarakatnya. “Dari tradisi, sastra, musik, seni pertunjukan, hingga ritual keagamaan, kedua negara memiliki banyak potensi untuk saling berbagi dan memperkaya keberagaman satu sama lain,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (16/5/2025).
Selanjutnya, dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal Islamic World Educational, Scientific and Cultural Organization (ICESCO), Dr. Salim M. AlMalik, Menbud Fadli Zon membahas peluang kerja sama dalam upaya pelindungan warisan budaya serta penguatan kolaborasi antarnegara anggota ICESCO dalam pemajuan kebudayaan Islam di tingkat global. ICESCO merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di dunia dengan 54 negara anggota yang berfokus pada bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya, dan komunikasi, yang didirikan pada tahun 1979.
“Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia yang memiliki keragaman budaya sangat tinggi, menjunjung tinggi prinsip toleransi dan menghargai keberagaman sebagai hal yang dapat mempererat persatuan bangsa. Negara-negara Islam perlu memperkuat kerja sama dan kolaborasi dalam pelestarian warisan budaya takbenda di dunia Islam, mulai dari tradisi lisan, praktik keagamaan, seni pertunjukan, hingga pengetahuan tradisional yang berakar pada nilai-nilai Islam yang tentu jumlahnya sangat beragam” jelas Menbud.
Dalam kesempatan ini, Direktur Jenderal Islamic World Educational, Scientific and Cultural Organization (ICESCO), Dr. Salim M. AlMalik, juga mengajak Indonesia untuk berperan aktif dalam memperkuat diplomasi budaya dunia Islam sehingga dapat terwujud perdamaian dunia yang berdasarkan pada prinsip-prinsip yang merefleksikan nilai Islam seperti toleransi, moderasi, dan persaudaraan.
Melanjutkan dialog pada forum ini, Menbud Fadli Zon berdiskusi dengan Wakil Menteri Kebudayaan Rusia, Andrey Malyshev untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia-Rusia yang telah terjalin 75 tahun. Menbud mengapresiasi acara ini, “Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menyambut baik inisiatif ini dan berharap dapat terwujud kolaborasi yang lebih erat antarnegara yang hadir dalam forum ini,” ungkapnya.