home sports

Mengapa Legenda Tenis, Agassi Menilai Alcaraz Lebih Unggul dari Sinner di Tanah Liat?

Sabtu, 17 Mei 2025 - 22:49 WIB
Mengapa Legenda Tenis, Agassi Menilai Alcaraz Lebih Unggul dari Sinner di Tanah Liat?
LANGIT7.ID-Roma; Legenda tenis Amerika Andre Agassi ikut memberikan pandangannya menjelang final Roma Master1000 yang mempertemukan dua bintang muda:Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner.

Pecinta tenis, sorotan akan tertuju pada Internazionali BNL d’Italia pada Minggu malam, ketika Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz bentrok di final yang dinanti-nantikan. Keduanya, sang petenis Italia dan Spanyol itu, sama-sama mengejar gelar pertama mereka di Roma — sebuah pencapaian yang tak asing bagi Andre Agassi.

Mantan pemeringkat satu PIF ATP Rankings itu pernah menjuarai turnamen di ibu kota Italia pada 2002. Agassi membagikan analisisnya tentang final yang dinanti tersebut dalam penampilannya di Tennis Channel, memberikan tinjauan mendalam tentang kekuatan kedua pemain dan faktor pembeda di tanah liat.

"Pertanyaan menarik yang layak direnungkan, terutama bagi penggemar olahraga, adalah: siapa yang memiliki level puncak lebih tinggi?" kata Agassi di Tennis Channel saat ditanya tentang Alcaraz dan Sinner. "Itu berbeda dengan pertanyaan tentang siapa yang akan lebih sukses dalam karier. Menurut saya, keunggulan Alcaraz di permukaan licin memberinya keuntungan satu level di atas Sinner."

"Satu hal yang sangat mengesankan dari Alcaraz — meski masih banyak yang bisa dia tingkatkan — adalah kemampuannya di lapangan licin, seperti rumput atau tanah liat. Kecepatannya tidak berkurang sebanyak pemain cepat lainnya. Lihat saja Tommy Paul, salah satu yang tercepat bersama De Minaur dan Alcaraz. Saat mereka bermain di rumput atau tanah liat, Anda bisa melihat penurunan kepercayaan diri dalam keseimbangan dan gerakan mereka. Mereka tak bisa bergerak leluasa."

"Tommy Paul pernah sukses melawan Alcaraz di hard court dengan mengandalkan atletisisme. Tapi begitu beralih ke permukaan licin, gerakan Alcaraz tidak terpengaruh sebanyak yang lain. Dia seperti pesawat luar angkasa yang bermain melawan pesawat biasa."

Statistik mendukung analisis Agassi. Alcaraz telah meraih 9 dari 18 gelar tingkat tur di tanah liat, termasuk trofi Roland Garros dan turnamen ATP Masters 1000 di Madrid serta Monte-Carlo. Di rumput, pemain berusia 22 tahun itu juga semakin kuat dengan tiga gelar, termasuk dua mahkota Wimbledon berturut-turut (2023 dan 2024).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya