Kisah Nabi Ishaq: Seperti Nabi Ibrahim, Sulit Memiliki Anak
Miftah yusufpati
Senin, 19 Mei 2025 - 04:15 WIB
Kelak, dari keturunan Nabi Yaqub lahirlah banyak nabi dan rasul. Ilustrasi: Pinterest
LANGIT7.ID-Cobaan yang dihadapi Nabi Ishaq 'alaihissalam (AS) sangat mirip dengan ujian yang dialami ayahandanya, Nabi Ibrahim AS, khususnya dalam hal keturunan. Nabi Ibrahim dikaruniai seorang putra dari istrinya, Siti Sarah, ketika usianya hampir 100 tahun. Ishaq lahir pada masa kedua orang tuanya telah lanjut usia.
Sebelumnya, Nabi Ibrahim memang telah memiliki Nabi Ismail dari istrinya yang lain, Siti Hajar. Namun, kelahiran Ismail pun terjadi setelah penantian panjang. Usia Nabi Ismail dan Nabi Ishaq terpaut belasan tahun. Bahkan, Siti Sarah telah berusia sekitar 90 tahun ketika mengandung.
Suatu hari, para malaikat datang dalam wujud manusia dan bertamu ke rumah Nabi Ibrahim. Sebagai bentuk penghormatan, beliau segera menyiapkan hidangan berupa daging sapi yang dipanggang. Ketika para tamu tidak menyentuh makanan tersebut, barulah Nabi Ibrahim menyadari bahwa mereka adalah malaikat.
Para malaikat itu kemudian menyampaikan kabar gembira tentang kelahiran seorang anak, yakni Ishaq. Nabi Ibrahim sangat bahagia dan bersyukur atas berita tersebut. Dari balik tirai, Sarah turut mendengarkan kabar itu. Ia sempat merasa heran karena sudah lanjut usia dan mandul.
Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim: Ketika Siti Sarah Melubangi Kedua Telinga Siti Hajar
Isterinya berkata: 'Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang sangat aneh.'"(QS. Hud: 72)
"Mereka (malaikat) berkata: 'Demikianlah Tuhanmu memfirmankan. Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.'" (QS. Adz-Dzaariyat: 30)
Sebelumnya, Nabi Ibrahim memang telah memiliki Nabi Ismail dari istrinya yang lain, Siti Hajar. Namun, kelahiran Ismail pun terjadi setelah penantian panjang. Usia Nabi Ismail dan Nabi Ishaq terpaut belasan tahun. Bahkan, Siti Sarah telah berusia sekitar 90 tahun ketika mengandung.
Suatu hari, para malaikat datang dalam wujud manusia dan bertamu ke rumah Nabi Ibrahim. Sebagai bentuk penghormatan, beliau segera menyiapkan hidangan berupa daging sapi yang dipanggang. Ketika para tamu tidak menyentuh makanan tersebut, barulah Nabi Ibrahim menyadari bahwa mereka adalah malaikat.
Para malaikat itu kemudian menyampaikan kabar gembira tentang kelahiran seorang anak, yakni Ishaq. Nabi Ibrahim sangat bahagia dan bersyukur atas berita tersebut. Dari balik tirai, Sarah turut mendengarkan kabar itu. Ia sempat merasa heran karena sudah lanjut usia dan mandul.
Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim: Ketika Siti Sarah Melubangi Kedua Telinga Siti Hajar
Isterinya berkata: 'Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang sangat aneh.'"(QS. Hud: 72)
"Mereka (malaikat) berkata: 'Demikianlah Tuhanmu memfirmankan. Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.'" (QS. Adz-Dzaariyat: 30)