home masjid

Kisah Abu Yazid al-Busthami: Ketika sang Guru Besar Meludah ke Arah Kiblat

Senin, 19 Mei 2025 - 05:45 WIB
Ia menafsirkan tindakan itu sebagai penghinaan terhadap Kota Makkah. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Abu Yazid Thoifur bin Isa bin Surusyan al-Busthami lahir di Bustham, sebuah kota yang terletak di bagian timur Laut Persia. Ia wafat di Bustham pada tahun 261 H/874 M. Beliau merupakan salah seorang Sultan Auliya, seorang syekh yang termasuk dalam silsilah Thariqah Sadziliyah, Thariqah Suhrawardiyah, serta beberapa thariqah lainnya.

Namun, beliau sendiri menyebutkan dalam sebuah kitab yang ditulis oleh seorang tokoh dari negeri Irbil, sebagai berikut: “...bahwa mulai Abu Bakar Shiddiq sampai kepadaku adalah golongan Shiddiqiyyah.”

Suatu ketika, Abu Yazid mendengar bahwa di suatu tempat terdapat seorang guru besar. Dari tempat yang jauh, ia datang untuk menemuinya. Namun, ketika telah dekat, Abu Yazid menyaksikan sang guru yang termasyhur itu meludah ke arah Kota Makkah. Ia menafsirkan tindakan itu sebagai penghinaan terhadap Kota Makkah. Karena itu, ia segera memutar langkah.

"Jika ia memang telah memperoleh semua kemajuan itu dari jalan Allah," kata Abu Yazid tentang guru tersebut, "niscaya ia tidak akan melanggar hukum sebagaimana yang dilakukannya."

Baca juga: Abu Yazid dan Seorang Muridnya: Penyakit Ujub dan Takabur Orang yang Sering Beribadah

Diriwayatkan bahwa rumah Abu Yazid hanya berjarak empat puluh langkah dari sebuah masjid. Ia tidak pernah meludah ke arah jalan dan sangat menghormati masjid tersebut. Setiap kali tiba di depan sebuah masjid, ia akan berdiri sejenak dan menangis.

"Mengapa engkau selalu berlaku demikian?" tanya seseorang kepadanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya