home lifestyle muslim

Sindrom Patah Hati Berdampak pada Kesehatan Jantung

Kamis, 22 Mei 2025 - 04:30 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Sindrom patah hati, yang secara formal disebut kardiomiopati Takotsubo, sering kali disebabkan oleh peristiwa yang menimbulkan stres seperti putus cinta atau kematian orang yang dicintai.

Menurut siaranEveryDay Health para ahli meyakini kondisi yang menyebabkan gejala serupa serangan jantung seperti nyeri dada dan sesak napas ini terjadi ketika ledakan hormon stres seperti adrenalin membuat jantung tidak dapat berkontraksi dengan baik.

Hasil studi baru yang dipublikasikan diJournal of the American Heart Associationmenunjukkan bahwa meskipun kondisi ini lebih umum terjadi pada perempuan, lelaki dua kali lebih mungkin meninggal karena sindrom patah hati.

Para peneliti dalam studi tersebut mengevaluasi tren, mortalitas, dan komplikasi pasien dewasa yang dirawat dengan kardiomiopati Takotsubo dari tahun 2016 hingga 2020.

Sebanyak 199.890 pasien kardiomiopati Takotsubo ditemukan dalam basis data rumah sakit selama kurun itu dan 83 persen di antaranya perempuan.

Menurut hasil analisis para peneliti, angka kematian akibat sindrom patah hati cukup tinggi, sampai 6,5 persen tanpa perbaikan selama periode lima tahun.

Angka kematian akibat sindrom patah hati pada pria sampai 11,2 persen atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan pada perempuan, yang hanya 5,5 persen.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya