Djokovic Selangkah Lagi Menuju Gelar ke-100, di Final Geneva Hadapi Hurkacz Yang Andalkan Service Menggelegar
Sururi al faruq
Sabtu, 24 Mei 2025 - 05:14 WIB
Djokovic Selangkah Lagi Menuju Gelar ke-100, di Final Geneva Hadapi Hurkacz Yang Andalkan Service Menggelegar
LANGIT7.ID-Geneva; Novak Djokovic kini tinggal berjuang untuk meraih satu kemenangan lagi untuk penuhi target dari gelar ke-100nya di level tur. Langkahnya yang tinggal sedikit lagi ini setelah dalam semifinal Gonet Geneva Open sukses mengalahkan kualifier Cameron Norrie pada Jumat.
Mantan pemuncak PIF ATP Rankings ini bangkit setelah sempat kehilangan momen di set kedua untuk menang 6-4, 6-7(6), 6-1 dan melanjutkan perjuangannya di turnamen ATP 250 lapangan tanah liat ini. Djokovic melewatkan satu match point di tie-break set kedua, tetapi langsung merespons dengan permainan solid di set penentu untuk lolos ke final ke-35nya di lapangan ini.
"Ini pertandingan tersulit saya sejauh ini di turnamen ini, tiga set," kata Djokovic. "Di set kedua, dia sempat unggul break, tapi saya bisa menyamakan kedudukan dan masuk ke tie-break. Saya sempat grogi saat punya match point, tapi saya senang bisa kembali fokus di set ketiga dan memainkan set terbaik saya sejauh ini."
Setelah tersingkir di babak awal Monte-Carlo (oleh Alejandro Tabilo) dan Madrid (oleh Matteo Arnaldi), Djokovic membungkam keraguan atas performa tanah liatnya dengan penampilan kuat di Geneva. Meski kehilangan set pertamanya melawan Norrie, ia menunjukkan pukulan bersih dan kecerdasan taktis khasnya untuk mengalahkan lawan dari baseline.
Ini sudah kedua kalinya Djokovic hampir menyamai Jimmy Connors (109) dan Roger Federer (103) sebagai satu-satunya pria di Era Terbuka yang meraih 100+ gelar. Sebelumnya, ia kalah dari Jannik Sinner di final Shanghai tahun lalu dan dikalahkan pemain NextGenATP asal Ceko, Jakub Mensik, di final Miami bulan Maret.
Di final Geneva besok, Djokovic akan kembali berpeluang meraih gelar ke-100 saat menghadapi unggulan keenam Hubert Hurkac yang belum pernah mengalahkannya dalam tujuh pertemuan (Lexus ATP Head2Head).
Mantan pemuncak PIF ATP Rankings ini bangkit setelah sempat kehilangan momen di set kedua untuk menang 6-4, 6-7(6), 6-1 dan melanjutkan perjuangannya di turnamen ATP 250 lapangan tanah liat ini. Djokovic melewatkan satu match point di tie-break set kedua, tetapi langsung merespons dengan permainan solid di set penentu untuk lolos ke final ke-35nya di lapangan ini.
"Ini pertandingan tersulit saya sejauh ini di turnamen ini, tiga set," kata Djokovic. "Di set kedua, dia sempat unggul break, tapi saya bisa menyamakan kedudukan dan masuk ke tie-break. Saya sempat grogi saat punya match point, tapi saya senang bisa kembali fokus di set ketiga dan memainkan set terbaik saya sejauh ini."
Setelah tersingkir di babak awal Monte-Carlo (oleh Alejandro Tabilo) dan Madrid (oleh Matteo Arnaldi), Djokovic membungkam keraguan atas performa tanah liatnya dengan penampilan kuat di Geneva. Meski kehilangan set pertamanya melawan Norrie, ia menunjukkan pukulan bersih dan kecerdasan taktis khasnya untuk mengalahkan lawan dari baseline.
Ini sudah kedua kalinya Djokovic hampir menyamai Jimmy Connors (109) dan Roger Federer (103) sebagai satu-satunya pria di Era Terbuka yang meraih 100+ gelar. Sebelumnya, ia kalah dari Jannik Sinner di final Shanghai tahun lalu dan dikalahkan pemain NextGenATP asal Ceko, Jakub Mensik, di final Miami bulan Maret.
Di final Geneva besok, Djokovic akan kembali berpeluang meraih gelar ke-100 saat menghadapi unggulan keenam Hubert Hurkac yang belum pernah mengalahkannya dalam tujuh pertemuan (Lexus ATP Head2Head).