Mengharukan, Big Four Bersatu Kembali di Perpisahan Rafael Nadal di French Open
Sururi al faruq
Senin, 26 Mei 2025 - 11:58 WIB
Mengharukan, Big Four Bersatu Kembali di Perpisahan Rafael Nadal di French Open
LANGIT7.ID-Paris; Rafa, Roger, Djokovic dan Andy. Bagi penggemar tenis modern, nama-nama itu tergulir lancar seperti John, Paul, George, dan Ringo bagi penggemar berat The Beatles.
Empat legenda ini—yang dijuluki "Big Four"—adalah pelopor era keemasan ATP Tour pasca-milenium. Kini, mereka jarang terlihat bersama, terutama setelah Rafael Nadal menjadi yang ketiga dari grup ini yang pensiun pada akhir tahun lalu.
Namun, dia, Roger Federer, Novak Djokovic, dan Andy Murray berkumpul lagi pada Minggu (2/6) saat French Open memberikan penghormatan perpisahan yang mengharukan untuk sang juara 14 kali ini.
Persahabatan di Atas Persaingan
"Setelah bertahun-tahun berjuang untuk segalanya, sungguh luar biasa bagaimana waktu mengubah perspektif segalanya," kata Nadal, 37, dengan haru kepada mantan rival yang kini menjadi sahabatnya, saat mereka bergabung bersamanya di Court Philippe Chatrier.
"Semua kegugupan, tekanan, perasaan aneh saat kita saling berhadapan sebagai rival—semuanya berubah begitu karir kita berakhir."
"Kita menjalani rivalitas yang luar biasa, tapi dengan cara yang baik. Kita berjuang keras untuk gelar, tapi tetap menjadi rekan yang baik dan saling menghormati."
Empat legenda ini—yang dijuluki "Big Four"—adalah pelopor era keemasan ATP Tour pasca-milenium. Kini, mereka jarang terlihat bersama, terutama setelah Rafael Nadal menjadi yang ketiga dari grup ini yang pensiun pada akhir tahun lalu.
Namun, dia, Roger Federer, Novak Djokovic, dan Andy Murray berkumpul lagi pada Minggu (2/6) saat French Open memberikan penghormatan perpisahan yang mengharukan untuk sang juara 14 kali ini.
Persahabatan di Atas Persaingan
"Setelah bertahun-tahun berjuang untuk segalanya, sungguh luar biasa bagaimana waktu mengubah perspektif segalanya," kata Nadal, 37, dengan haru kepada mantan rival yang kini menjadi sahabatnya, saat mereka bergabung bersamanya di Court Philippe Chatrier.
"Semua kegugupan, tekanan, perasaan aneh saat kita saling berhadapan sebagai rival—semuanya berubah begitu karir kita berakhir."
"Kita menjalani rivalitas yang luar biasa, tapi dengan cara yang baik. Kita berjuang keras untuk gelar, tapi tetap menjadi rekan yang baik dan saling menghormati."