Luncurkan 1.000 Dapur MBG Pesantren, Menko PM: Bermanfaat untuk Tiga Juta Santri
Tim langit 7
Senin, 26 Mei 2025 - 20:40 WIB
Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar meluncurkan pembangunan 1000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pesantren di Pondok Pesantren Syaikhona Cholil Bangkalan, Senin (26/5/2025)
Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) meluncurkan 1000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) pesantren, Senin (26/05/25). Peluncuran dilaksanakan di Pondok Pesantren Syaichona Muhammad Cholil, Kabupaten Bangkalan.
Menko PM Muhaimin Iskandar menyatakan, peluncuran ini menandai langkah besar pemerintah dalam menjadikan pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan pilar utama pemenuhan gizi nasional.
Ia pun menegaskan bahwa sejak lama pesantren telah menjadi aktor utama pemberdayaan masyarakat. Negara kini hadir untuk memperkuat peran itu melalui sinergi program prioritas nasional, salah satunya program MBG.
“Pesantren sudah secara mandiri memberdayakan masyarakat melalui pendidikan yang terbuka pada semua kalangan. Hari ini, negara turut hadir bersama pesantren untuk meningkatkan kualitas pemberdayaan kepada masyarakat,” tegas Menko PM Muhaimin saat peluncuran 1000 dapur MBG di Pondok Pesantren Syaichona Muhammad Cholil, Bangkalan, Senin (26/05/2025).
Jika setiap dapur akan melayani 3.000 santri, maka 1.000 dapur MBG berbasis pesantren akan bisa melayani tiga juta santri. Hal tersebut ditegaskan Menko PM sebagai ekosistem pemberdayaan yang nyata bagi santri dan pesantren.
“Seribu dapur MBG ini manfaatnya luas sekali. Satu dapur akan melayani tiga ribu santri. Artinya seribu dapur MBG untuk tiga juta santri. Pesantren sudah sangat berpengalaman dalam mengelola produksi dan distribusi makanan, ini juga berarti menjadi wujud nyata keterlibatan pesantren dalam keberhasilan MBG,” papar Menko PM yang akrab disapa Cak Imin itu.
"Di dapur MBG pesantren ini bukan hanya nasi yang dimasak, tetapi kita juga sedang memasak masa depan santri-santri Indonesia menjadi sehat dan produktif. Dengan dapur MBG ini, maka pesantren bisa menjadi pusat pemberdayaan yang berdikari,” imbuhnya.
Menko PM Muhaimin Iskandar menyatakan, peluncuran ini menandai langkah besar pemerintah dalam menjadikan pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan pilar utama pemenuhan gizi nasional.
Ia pun menegaskan bahwa sejak lama pesantren telah menjadi aktor utama pemberdayaan masyarakat. Negara kini hadir untuk memperkuat peran itu melalui sinergi program prioritas nasional, salah satunya program MBG.
“Pesantren sudah secara mandiri memberdayakan masyarakat melalui pendidikan yang terbuka pada semua kalangan. Hari ini, negara turut hadir bersama pesantren untuk meningkatkan kualitas pemberdayaan kepada masyarakat,” tegas Menko PM Muhaimin saat peluncuran 1000 dapur MBG di Pondok Pesantren Syaichona Muhammad Cholil, Bangkalan, Senin (26/05/2025).
Jika setiap dapur akan melayani 3.000 santri, maka 1.000 dapur MBG berbasis pesantren akan bisa melayani tiga juta santri. Hal tersebut ditegaskan Menko PM sebagai ekosistem pemberdayaan yang nyata bagi santri dan pesantren.
“Seribu dapur MBG ini manfaatnya luas sekali. Satu dapur akan melayani tiga ribu santri. Artinya seribu dapur MBG untuk tiga juta santri. Pesantren sudah sangat berpengalaman dalam mengelola produksi dan distribusi makanan, ini juga berarti menjadi wujud nyata keterlibatan pesantren dalam keberhasilan MBG,” papar Menko PM yang akrab disapa Cak Imin itu.
"Di dapur MBG pesantren ini bukan hanya nasi yang dimasak, tetapi kita juga sedang memasak masa depan santri-santri Indonesia menjadi sehat dan produktif. Dengan dapur MBG ini, maka pesantren bisa menjadi pusat pemberdayaan yang berdikari,” imbuhnya.