Dunia Geram! Swedia Panggil Dubes Israel soal Blokade Bantuan di Gaza
Nabil
Selasa, 27 Mei 2025 - 06:25 WIB
Dunia Geram! Swedia Panggil Dubes Israel soal Blokade Bantuan di Gaza
LANGIT7.ID–Jakarta; Pemerintah Swedia mengambil langkah diplomatik tegas terhadap Israel dengan memanggil Duta Besar Israel di Stockholm. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes atas minimnya bantuan kemanusiaan yang diizinkan masuk ke Gaza, di tengah krisis yang terus memburuk.
Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson, menyampaikan bahwa negaranya bersama negara-negara Eropa lainnya telah berulang kali mendesak Israel agar membuka akses bantuan ke Gaza. Namun hingga kini, tanggapan Israel dinilai masih sangat terbatas.
“Tekanan ini makin besar, dan itu sangat beralasan,” tegas Kristersson kepada kantor berita TT, seperti dikutip Senin.
Baca juga: Kanselir Jerman Kecam Serangan Israel di Gaza: Bukan Lagi Perang Lawan HamasIa juga menilai sudah waktunya Uni Eropa mempertimbangkan sanksi terhadap Israel guna memaksa pembukaan akses bantuan kemanusiaan yang layak. “Kami sudah sangat jelas soal ini, baik secara individu maupun bersama banyak negara Eropa,” ujarnya lagi.
Pekan lalu, Israel sempat membuka sebagian jalur bantuan ke Gaza, namun jumlahnya hanya ratusan truk dan jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dua juta warga yang terjebak dalam kondisi nyaris kelaparan. Blokade bantuan selama hampir tiga bulan telah membuat situasi kemanusiaan semakin kritis.
Kantor PM Swedia telah mengonfirmasi kepada Reuters bahwa Kristersson benar menyampaikan pernyataan tersebut, menandakan bahwa ini bukan sekadar reaksi spontan, melainkan bagian dari sikap resmi pemerintah.
Sejak serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 orang disandera, Israel melancarkan serangan udara dan darat besar-besaran ke Jalur Gaza. Kampanye militer tersebut hingga kini telah menyebabkan lebih dari 53.900 korban jiwa di pihak Palestina menurut data otoritas kesehatan Gaza.
Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson, menyampaikan bahwa negaranya bersama negara-negara Eropa lainnya telah berulang kali mendesak Israel agar membuka akses bantuan ke Gaza. Namun hingga kini, tanggapan Israel dinilai masih sangat terbatas.
“Tekanan ini makin besar, dan itu sangat beralasan,” tegas Kristersson kepada kantor berita TT, seperti dikutip Senin.
Baca juga: Kanselir Jerman Kecam Serangan Israel di Gaza: Bukan Lagi Perang Lawan HamasIa juga menilai sudah waktunya Uni Eropa mempertimbangkan sanksi terhadap Israel guna memaksa pembukaan akses bantuan kemanusiaan yang layak. “Kami sudah sangat jelas soal ini, baik secara individu maupun bersama banyak negara Eropa,” ujarnya lagi.
Pekan lalu, Israel sempat membuka sebagian jalur bantuan ke Gaza, namun jumlahnya hanya ratusan truk dan jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dua juta warga yang terjebak dalam kondisi nyaris kelaparan. Blokade bantuan selama hampir tiga bulan telah membuat situasi kemanusiaan semakin kritis.
Kantor PM Swedia telah mengonfirmasi kepada Reuters bahwa Kristersson benar menyampaikan pernyataan tersebut, menandakan bahwa ini bukan sekadar reaksi spontan, melainkan bagian dari sikap resmi pemerintah.
Sejak serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 orang disandera, Israel melancarkan serangan udara dan darat besar-besaran ke Jalur Gaza. Kampanye militer tersebut hingga kini telah menyebabkan lebih dari 53.900 korban jiwa di pihak Palestina menurut data otoritas kesehatan Gaza.