LANGIT7.ID-Jakarta; Kanselir Jerman Friedrich Merz mengecam keras serangan militer terbaru Israel di Jalur Gaza yang menelan banyak korban sipil. Ia menilai tindakan itu sudah tidak bisa lagi dibenarkan atas nama perang melawan kelompok Hamas.
“Ketika warga sipil Gaza menjadi korban begitu besar seperti yang terjadi beberapa hari terakhir, ini tidak lagi bisa dianggap sebagai upaya memerangi terorisme Hamas,” ujar Merz dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi WDR, Senin (26/5).
Merz menegaskan bahwa ia kini mulai kehilangan pemahaman atas tujuan operasi militer Israel di wilayah Gaza yang terus meluas.
“Terus terang, saya tidak paham lagi apa yang sedang dilakukan pasukan Israel di Gaza. Tujuannya apa sekarang?” ucapnya.
Konflik Israel-Gaza kembali memanas dalam sepekan terakhir setelah militer Israel meningkatkan intensitas serangan di Rafah dan wilayah padat penduduk lainnya. Serangan ini memicu gelombang kecaman dari komunitas internasional, termasuk dari sekutu dekatnya seperti Jerman.
Merz mengungkapkan rencananya untuk berbicara langsung dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam beberapa hari ke depan. Ia ingin menyampaikan agar Israel “tidak bertindak keterlaluan” dalam operasi militernya.
Meski Jerman selama ini dikenal sangat hati-hati dalam mengkritik kebijakan Israel karena sejarah kelam Perang Dunia II dan Holocaust, Merz menilai saat ini adalah waktu yang tepat untuk bersuara.
“Pertanyaannya sekarang: seberapa jelas kita mengungkapkan kritik? Karena alasan sejarah, saya memang selama ini lebih memilih bersikap hati-hati,” ujarnya.
Namun ia menambahkan, jika Israel melanggar hukum kemanusiaan internasional atau melewati batas moral, maka pemimpin Jerman harus bersikap tegas.
“Kalau sudah melanggar batas, kalau hukum internasional dilanggar... maka kanselir Jerman harus angkat suara juga,” tegasnya.
Merz juga menekankan bahwa dirinya ingin agar Jerman tetap menjadi mitra terpenting Israel di Eropa. Tetapi ia memberi peringatan bahwa hubungan itu harus dijaga bersama.
“Pemerintah Israel tidak boleh bertindak hingga sahabat terdekatnya pun tidak bisa lagi menerimanya,” pungkasnya.
(lam)