Nasihat Penting untuk Para Jamaah Haji dari Al-Qosim
Miftah yusufpati
Kamis, 29 Mei 2025 - 05:45 WIB
Bukanlah sang pemenang itu yang memacu onta dan kudanya dengan cepat, tetapi pemenang adalah dia yang mendapatkan ampunan dari Allah. Ilustrasi: Al-Quran Reading
LANGIT7.ID-Abdulmalik al-Qosim dalam kitab "Risalat 'iilaa 'ahl earfat wamuzdalifat waminaa" mengatakan menunaikan ibadah haji adalah salah satu rukun Islam. Ibadah haji merupakan amal yang paling agung setelah iman dan jihad. Ia merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah yang paling utama, yang menghapus dosa-dosa sebelumnya.
Bergembiralah pada hari yang penuh perjuangan dan diampuninya kesalahan. Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada hari yang Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka daripada hari Arafah.” [Hadits riwayat Muslim]
Abdulmalik al-Qosim mengingatkan hal-hal yang tidak boleh luput dari ingatan jemaah haji antara lain:
Pada waktu dan tempat seperti ini adalah kesempatan untuk bertobat kepada Allah Azza wa Jalla, dan introspeksi diri atas apa yang telah dilalaikan. Membelenggu diri dengan belenggu kembali kepada Allah dan memperbanyak air mata penyesalan dan tobat.
"Cukup sudah catatan amal yang penuh dengan dosa dan kesalahan. Cukup sudah umur yang tersiakan serta apa saja yang telah diperbuat dari kelalaian dan kealpaan," kata Al-Qosam.
Baca juga: Resmi! Arab Saudi Umumkan Tanggal Idul Adha 2025 dan Jadwal Haji Lengkap
Allah Azza wa Jalla berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…” [al-Hasyr/59:18]
Bergembiralah pada hari yang penuh perjuangan dan diampuninya kesalahan. Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada hari yang Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka daripada hari Arafah.” [Hadits riwayat Muslim]
Abdulmalik al-Qosim mengingatkan hal-hal yang tidak boleh luput dari ingatan jemaah haji antara lain:
Pada waktu dan tempat seperti ini adalah kesempatan untuk bertobat kepada Allah Azza wa Jalla, dan introspeksi diri atas apa yang telah dilalaikan. Membelenggu diri dengan belenggu kembali kepada Allah dan memperbanyak air mata penyesalan dan tobat.
"Cukup sudah catatan amal yang penuh dengan dosa dan kesalahan. Cukup sudah umur yang tersiakan serta apa saja yang telah diperbuat dari kelalaian dan kealpaan," kata Al-Qosam.
Baca juga: Resmi! Arab Saudi Umumkan Tanggal Idul Adha 2025 dan Jadwal Haji Lengkap
Allah Azza wa Jalla berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…” [al-Hasyr/59:18]