Sempat Diprotes Warga, Muslim Ini Produksi Arang Briket Berdayakan Warga Lokal
Mahmuda attar hussein
Kamis, 30 September 2021 - 17:00 WIB
Arang briket. Foto: Langit7/Istock
Arang briket merupakan jenis arang diyakini memiliki jangka waktu bakar lebih lama dibandingkan jenis arang lainnya. Arang berbentuk cetakan ini seringkali digunakan di luar negeri yang beriklim dingin, untuk kebutuhan penghangat ruangan.
Di Indonesia sendiri arang briket diproduksi untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Sehingga menjalani bidang usaha ini diyakini bisa mendapatkan keuntungan menjanjikan melalui pemasaran global.
Seperti yang dijalani muslim asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Novi Setiawan, yang memulai usahanya sejak 2008 lalu. Dalam perkembangannya, kini Novi terus konsisten memproduksi arang briket, dengan brand Briqco.
Baca juga:BGR Logistics Catatkan Kinerja Positif Ditengah Pandemi
Walaupun pada awalnya sempat diprotes warga karena proses pembakarannya menyebabkan kepulan asap hitam, tapi Novi bisa mengatasinya dengan melakukan perbaikan. Melalui Briqco, Novi bisa memberdayakan banyak orang untuk turut terlibat dalam mengembangkan usahanya.
“Mereka demonstrasi sampai dua kali yang akhirnya kita putuskan untuk berhenti sementara saat itu, untuk membuat tempat pembarakan yang lebih tepat. Dari situ, kita buat tungku cukup besar disertai dengan cerobong setinggi 15 meter, Alhamdulillah masyarakat sudah tidak ada yang terganggu,” jelasnya dikanal Youtube Punca Media.
Awalnya, usaha briket milik Novi ini dibantu oleh 15 orang, seiring perkembangannya, kini Novi bisa menyerap sebanyak 40 orang tenaga kerja. Hal itu juga yang akhirnya bisa meningkatkan produktivitas dari Briqco hingga mencapai 52 ton sebulan.
Di Indonesia sendiri arang briket diproduksi untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Sehingga menjalani bidang usaha ini diyakini bisa mendapatkan keuntungan menjanjikan melalui pemasaran global.
Seperti yang dijalani muslim asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Novi Setiawan, yang memulai usahanya sejak 2008 lalu. Dalam perkembangannya, kini Novi terus konsisten memproduksi arang briket, dengan brand Briqco.
Baca juga:BGR Logistics Catatkan Kinerja Positif Ditengah Pandemi
Walaupun pada awalnya sempat diprotes warga karena proses pembakarannya menyebabkan kepulan asap hitam, tapi Novi bisa mengatasinya dengan melakukan perbaikan. Melalui Briqco, Novi bisa memberdayakan banyak orang untuk turut terlibat dalam mengembangkan usahanya.
“Mereka demonstrasi sampai dua kali yang akhirnya kita putuskan untuk berhenti sementara saat itu, untuk membuat tempat pembarakan yang lebih tepat. Dari situ, kita buat tungku cukup besar disertai dengan cerobong setinggi 15 meter, Alhamdulillah masyarakat sudah tidak ada yang terganggu,” jelasnya dikanal Youtube Punca Media.
Awalnya, usaha briket milik Novi ini dibantu oleh 15 orang, seiring perkembangannya, kini Novi bisa menyerap sebanyak 40 orang tenaga kerja. Hal itu juga yang akhirnya bisa meningkatkan produktivitas dari Briqco hingga mencapai 52 ton sebulan.