Vaksin Sputnik V Diklaim 91% Efektif, akankah Masuk Indonesia?
Ajeng ritzki
Selasa, 13 Juli 2021 - 14:10 WIB
Vaksin Covid-19 produksi Rusia, Sputnik V. Foto: Sputnikvaccine.com
Muncul nama vaksin terbaru yang cukup banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Vaksin Sputnik V atau Gam-Covid adalah vaksin Covid-19 yang diproduksi Gamaleya Research Institute, Rusia.
Sebenarnya vaksin ini tidak benar-benar baru karena telah digunakan di negara produsennya sejak Februari 2020 untuk fase uji coba. Bahkan menurut laporan sejumlah media luar, Vaksin Sputnik V sudah digunakan 40 negara, antara lain Argentina, India, Iran, Kenya, Meksiko, Pakistan, Filipina, dan Uni Emirat Arab.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menurut laporan cnbc.com, juga telah divaksin menggunakan Sputnik V pada bulan lalu. Dalam konferensi tahunan yang ditayangkan TASS news agency, orang nomor satu negeri beruang merah itu menyatakan, "Saya memang memilih divaksin dengan Sputnik V".
Terkait peluang penggunaan di dalam negeri, belum ada konfirmasi atau pemberitahuan resmi dari pemerintah. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa vaksin ini akan digunakan oleh pemerintah dalam program vaksin.
Mengingat resmi digunakan secara luas, Vaksin Sputnik berarti telah melewati uji klinis fase III yang melibatkan 40.000 orang di Rusia. Peserta uji klinis vaksin Sputnik, menurut keterangan yang dilansir situs resminya, sputnikvaccine.com, terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 18 tahun hingga 60 tahun ke atas.
Selain itu, sekitar 24% dari penerima vaksin adalah orang yang memiliki penyakit penyerta, antara lain diabetes, hipertensi, obesitas, dan penyakit jantung iskemik.
Peserta uji klinis vaksin Sputnik ini merupakan orang-orang yang belum pernah terinfeksi virus Corona, tidak ada kontak erat dengan pasien COVID-19, tidak memiliki alergi terhadap kandungan vaksin ini, dan tidak sedang mengalami penyakit infeksi pernapasan.
Sebenarnya vaksin ini tidak benar-benar baru karena telah digunakan di negara produsennya sejak Februari 2020 untuk fase uji coba. Bahkan menurut laporan sejumlah media luar, Vaksin Sputnik V sudah digunakan 40 negara, antara lain Argentina, India, Iran, Kenya, Meksiko, Pakistan, Filipina, dan Uni Emirat Arab.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menurut laporan cnbc.com, juga telah divaksin menggunakan Sputnik V pada bulan lalu. Dalam konferensi tahunan yang ditayangkan TASS news agency, orang nomor satu negeri beruang merah itu menyatakan, "Saya memang memilih divaksin dengan Sputnik V".
Terkait peluang penggunaan di dalam negeri, belum ada konfirmasi atau pemberitahuan resmi dari pemerintah. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa vaksin ini akan digunakan oleh pemerintah dalam program vaksin.
Mengingat resmi digunakan secara luas, Vaksin Sputnik berarti telah melewati uji klinis fase III yang melibatkan 40.000 orang di Rusia. Peserta uji klinis vaksin Sputnik, menurut keterangan yang dilansir situs resminya, sputnikvaccine.com, terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 18 tahun hingga 60 tahun ke atas.
Selain itu, sekitar 24% dari penerima vaksin adalah orang yang memiliki penyakit penyerta, antara lain diabetes, hipertensi, obesitas, dan penyakit jantung iskemik.
Peserta uji klinis vaksin Sputnik ini merupakan orang-orang yang belum pernah terinfeksi virus Corona, tidak ada kontak erat dengan pasien COVID-19, tidak memiliki alergi terhadap kandungan vaksin ini, dan tidak sedang mengalami penyakit infeksi pernapasan.