Amalan Dzulhijjah: Memperbanyak Zikir dan Takbir, Berhaji, dan Kurban
Miftah yusufpati
Senin, 02 Juni 2025 - 04:00 WIB
Dzikir berupa takbir, tasbih, dan doa merupakan amalan shalih yang disyariatkan. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi mengatakan zikir berupa takbir, tasbih, dan doa merupakan amalan shalih yang disyariatkan pada seluruh waktu dan dalam setiap keadaan, kecuali pada kondisi yang dilarang. Allah berfirman: "Ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring." (QS. an-Nisa’: 103)
Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada satu hari pun yang lebih agung dan lebih dicintai oleh Allah untuk beramal shalih di dalamnya daripada sepuluh hari ini. Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada hari-hari tersebut." (HR. Ahmad 7/224. Sanadnya dinilai bagus oleh Imam al-Mundziri dalam *at-Targhib wa at-Tarhib* 2/224; lihat pula *al-Irwaa* 3/398)
Disebutkan bahwa Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu bertakbir di dalam tendanya di Mina. Suaranya terdengar sampai ke masjid, lalu orang-orang pun ikut bertakbir. Bahkan orang-orang di pasar juga ikut bertakbir, hingga Mina dipenuhi dengan suara takbir. (HR. Bukhari secara mu’allaq 2/25. Al-Hafizh Ibnu Hajar menegaskan sanadnya bersambung sampai ke Ibnu Umar dalam *Fathul Bari* 2/462)
Baca juga: Berdzikir Sebaiknya Lirih atau Keras, Berikut Saran Gus Baha
Melakukan Ibadah Haji
Dalam bukunya berjudul "Keagungan Hari Arafah", Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi menjelaskan bagi mereka yang dikaruniai Allah kecukupan rezeki, hendaknya menunaikan ibadah haji, karena haji adalah kewajiban dan rukun Islam.
Barangsiapa yang menunaikan haji sesuai tuntunan syariat, insya Allah ia termasuk dalam sabda Nabi ﷺ: "Umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasan baginya selain surga." (HR. Bukhari: 1683, Muslim: 1349)
Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada satu hari pun yang lebih agung dan lebih dicintai oleh Allah untuk beramal shalih di dalamnya daripada sepuluh hari ini. Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada hari-hari tersebut." (HR. Ahmad 7/224. Sanadnya dinilai bagus oleh Imam al-Mundziri dalam *at-Targhib wa at-Tarhib* 2/224; lihat pula *al-Irwaa* 3/398)
Disebutkan bahwa Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu bertakbir di dalam tendanya di Mina. Suaranya terdengar sampai ke masjid, lalu orang-orang pun ikut bertakbir. Bahkan orang-orang di pasar juga ikut bertakbir, hingga Mina dipenuhi dengan suara takbir. (HR. Bukhari secara mu’allaq 2/25. Al-Hafizh Ibnu Hajar menegaskan sanadnya bersambung sampai ke Ibnu Umar dalam *Fathul Bari* 2/462)
Baca juga: Berdzikir Sebaiknya Lirih atau Keras, Berikut Saran Gus Baha
Melakukan Ibadah Haji
Dalam bukunya berjudul "Keagungan Hari Arafah", Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi menjelaskan bagi mereka yang dikaruniai Allah kecukupan rezeki, hendaknya menunaikan ibadah haji, karena haji adalah kewajiban dan rukun Islam.
Barangsiapa yang menunaikan haji sesuai tuntunan syariat, insya Allah ia termasuk dalam sabda Nabi ﷺ: "Umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasan baginya selain surga." (HR. Bukhari: 1683, Muslim: 1349)