5 Adab Berdoa: Salah Satunya Memilih Waktu dan Keadaan yang Mulia
Miftah yusufpati
Selasa, 03 Juni 2025 - 16:00 WIB
Semakin sering doa diulang, semakin menunjukkan kesungguhan. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dalam bukunya berjudul "Keagungan Hari Arafah" mengatakan doa adalah kunci segala kebaikan di dunia dan akhirat. Namun, agar doa dikabulkan, perlu memperhatikan adab-adab berikut:
1. Memilih Waktu dan Keadaan yang Mulia
Beberapa waktu mustajab: Sepertiga malam terakhir, antara azan dan iqamah, saat sujud, Hari Arafah, dan ketika minum air zamzam.
Selain itu ada juga beberapa keadaan, yaitu: Doa orang tua untuk anaknya, doa musafir, doa orang yang terzalimi, dan doa anak untuk orang tuanya
2. Merendah dan Khusyuk
Baik dari segi sikap tubuh maupun pakaian, agar lebih khusyuk.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi: 3479)
1. Memilih Waktu dan Keadaan yang Mulia
Beberapa waktu mustajab: Sepertiga malam terakhir, antara azan dan iqamah, saat sujud, Hari Arafah, dan ketika minum air zamzam.
Selain itu ada juga beberapa keadaan, yaitu: Doa orang tua untuk anaknya, doa musafir, doa orang yang terzalimi, dan doa anak untuk orang tuanya
2. Merendah dan Khusyuk
Baik dari segi sikap tubuh maupun pakaian, agar lebih khusyuk.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi: 3479)