55 Daerah Dapat 2 Sapi Kurban dari Prabowo, Ini Alasan dan Pertimbangannya
Tim langit 7
Kamis, 05 Juni 2025 - 14:37 WIB
55 Daerah Dapat 2 Sapi Kurban dari Prabowo, Ini Alasan dan Pertimbangannya
LANGIT7.ID-Jakarta; Sebanyak 55 kabupaten dan kota di Indonesia mendapatkan dua ekor sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto pada perayaan Iduladha 1446 Hijriah tahun ini. Bukan karena jumlah permintaan yang lebih tinggi, melainkan karena faktor teknis: ketersediaan sapi dengan bobot ideal yang tidak terpenuhi.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardianto menjelaskan bahwa Presiden Prabowo pada tahun ini menyerahkan total 985 ekor sapi sebagai bagian dari bantuan kemasyarakatan Iduladha 2025. Namun dari jumlah itu, 55 daerah menerima masing-masing dua sapi karena tidak tersedia sapi dengan bobot antara 800 kilogram hingga 1,3 ton di wilayah mereka.
“Karena sapi yang diserahkan dari Bapak Presiden itu beratnya antara 800 sampai 1,3 ton. Ada 55 daerah yang tidak tersedia sapi dengan bobot antara 800 sampai 1,3 ton. Sehingga harus diberikan 2 sapi di 55 kabupaten-kota,” ujar Juri kepada wartawan, Kamis (5/6/2025).
Distribusi hewan kurban dari Presiden dilakukan melalui dua jalur. Jalur pertama adalah melalui pemerintah daerah yang kemudian akan menyalurkan ke masjid atau lokasi yang ditunjuk oleh kepala daerah. Satu ekor sapi masing-masing diberikan ke 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, terkecuali 55 daerah yang mendapat dua sapi karena alasan teknis tersebut.
Skema kedua dilakukan secara langsung oleh Presiden Prabowo kepada tokoh-tokoh masyarakat, pondok pesantren, serta kelompok tertentu. Penyaluran ini tidak melalui pemerintah daerah, melainkan ditentukan langsung berdasarkan penilaian pribadi Presiden.
“Nah teman-teman semua, selain yang diberikan melalui pemerintah daerah, Bapak Presiden juga menyerahkan bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban kepada tokoh-tokoh, kepada pondok-pondok pesantren, kepada kelompok-kelompok masyarakat yang menurut penilaian Bapak Presiden perlu untuk diberikan kurban sapi dari Bapak Presiden,” jelas Juri.
Langkah ini menandai pendekatan Prabowo yang tidak hanya mempertimbangkan jumlah, tetapi juga bobot dan ketersediaan hewan kurban agar tetap memenuhi standar kualitas yang layak dikurbankan. Di sisi lain, pemberian secara langsung ke kelompok masyarakat juga mencerminkan kepedulian personal Presiden terhadap distribusi yang merata dan menyentuh basis masyarakat.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardianto menjelaskan bahwa Presiden Prabowo pada tahun ini menyerahkan total 985 ekor sapi sebagai bagian dari bantuan kemasyarakatan Iduladha 2025. Namun dari jumlah itu, 55 daerah menerima masing-masing dua sapi karena tidak tersedia sapi dengan bobot antara 800 kilogram hingga 1,3 ton di wilayah mereka.
“Karena sapi yang diserahkan dari Bapak Presiden itu beratnya antara 800 sampai 1,3 ton. Ada 55 daerah yang tidak tersedia sapi dengan bobot antara 800 sampai 1,3 ton. Sehingga harus diberikan 2 sapi di 55 kabupaten-kota,” ujar Juri kepada wartawan, Kamis (5/6/2025).
Distribusi hewan kurban dari Presiden dilakukan melalui dua jalur. Jalur pertama adalah melalui pemerintah daerah yang kemudian akan menyalurkan ke masjid atau lokasi yang ditunjuk oleh kepala daerah. Satu ekor sapi masing-masing diberikan ke 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, terkecuali 55 daerah yang mendapat dua sapi karena alasan teknis tersebut.
Skema kedua dilakukan secara langsung oleh Presiden Prabowo kepada tokoh-tokoh masyarakat, pondok pesantren, serta kelompok tertentu. Penyaluran ini tidak melalui pemerintah daerah, melainkan ditentukan langsung berdasarkan penilaian pribadi Presiden.
“Nah teman-teman semua, selain yang diberikan melalui pemerintah daerah, Bapak Presiden juga menyerahkan bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban kepada tokoh-tokoh, kepada pondok-pondok pesantren, kepada kelompok-kelompok masyarakat yang menurut penilaian Bapak Presiden perlu untuk diberikan kurban sapi dari Bapak Presiden,” jelas Juri.
Langkah ini menandai pendekatan Prabowo yang tidak hanya mempertimbangkan jumlah, tetapi juga bobot dan ketersediaan hewan kurban agar tetap memenuhi standar kualitas yang layak dikurbankan. Di sisi lain, pemberian secara langsung ke kelompok masyarakat juga mencerminkan kepedulian personal Presiden terhadap distribusi yang merata dan menyentuh basis masyarakat.
(lam)