home global news

Tiga Jurnalis Australia Jadi Korban Aparat AS Saat Meliput Aksi Protes Imigrasi di LA

Kamis, 12 Juni 2025 - 13:14 WIB
Momen saat salah satu jurnalis terkena tembakan di bagian kaki, saat melakukan siaran langsung di lokasi protes di LA. Foto: tangkapan layar
Tiga jurnalis Australia menjadi korban penegakan hukum Amerika Serikat (AS) saat meliput aksi protes terhadap penggerebekan imigrasi di Los Angeles, yang berujung rusuh. Ketiganya adalah Reporter Australia untuk ABC, New York Times, dan Nine.

Lauren Day, koresponden ABC untuk Amerika Utara, terjebak dalam baku tembak polisi pada hari Selasa waktu LA. Kali ini dari peluru merica, setelah insiden yang menakutkan dan menegangkan pada Senin malam. Ketika itu dia dan juru kameranya disemprot dengan gas air mata. Operator kamera ditembak di dada dengan peluru yang tidak terlalu mematikan dalam insiden pertama.

Baca juga:Kerusuhan di LA Memicu Unjuk Rasa di Seluruh Wilayah AS, Buntut dari Kebijakan Imigrasi Trump

Day mengatakan kepada Guardian Australia bahwa "kami mengalami beberapa masalah lagi hari ini karena terjebak dalam baku tembak, kali ini dengan peluru merica". Melansir theguardia.com, dilihat Kamis (12/6/2025).

Pelet merica adalah proyektil yang meledak saat mengenai sasaran, melepaskan semprotan bubuk cabai.

"Tentu saja membuat Anda gelisah karena tahu keadaan bisa berubah sewaktu-waktu dan fakta bahwa Anda berada di bawah tekanan pers tidak melindungi Anda dari kekacauan," kata Day.

"Saya telah melaporkan dari Timur Tengah lima kali sejak 7 Oktober dan juga dari Myanmar selama perang saudara di sana, jadi saya tidak asing dengan risiko dan konflik dalam pekerjaan saya, tetapi saya tidak pernah menduga situasi seperti yang kita saksikan di Amerika Serikat pada tahun 2025.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya