LANGIT7.ID-, - Unjuk rasa di Amerika Serikat (AS) kini semakin melebar ke berbagai wilayah. Aksi ini muncul seiring meningkatnya kemarahan masyarakat atas tindakan keras Trump terhadap penggerebekan imigrasi dan pengerahan pasukan.
Protes terhadap
kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat (AS)
Donald Trump serta penggerebekan imigrasi awalnya hanya terjadi di Los Angeles, namun demonstrasi semakin meluas setelah kerusuhan di LA memanas dan diwarnai kerusuhan. Kerusuhan itu juga memicu pengerahan ribuan tentara Garda Nasional serta ratusan personel Marinir AS.
Hal itupun memicu demonstrasi lainnya di New York, Chicago, Atlanta, Omaha, dan Seattle.
Ribuan orang menghadiri protes terhadap Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) pemerintah federal di Foley Square, New York City. Beberapa pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan "Ice out of New York" dan yang lainnya meneriakkan "Mengapa Anda mengenakan perlengkapan anti huru hara? Saya tidak melihat ada kerusuhan di sini."
Baca juga: Donald Trump Banjir Kecaman Usai Unggah Video Serangan AS di YamanSalah satu peserta unjuk rasa bernama Shirley (29), mengecam pemerintahan Trump karena menyasar para pekerja, yang menurutnya bertentangan dengan hakikat negara ini.
"Saya berasal dari orangtua imigran," katanya, dengan bendera Meksiko besar yang disampirkan di punggungnya.
"Sungguh menyebalkan melihat pemerintah ini terjun ke bidang ketenagakerjaan, mengambil orang-orang dari lokasi konstruksi, ke industri, pabrik, ke pertanian, dan merampas apa yang menjadi tulang punggung negara ini. Jadi saya di sini hari ini untuk mengingatkan semua orang bahwa Amerika Serikat dimulai sebagai negara imigran, dan merupakan negara imigran, dan saya hanya ingin memastikan bahwa saya ada di sini untuk mereka yang tidak bisa berada di sini hari ini," tegas Shirley melansir
theguardian.com, Kamis (12/6/2025).
Bahkan anggota dewan Shahana Hanif dari Brooklyn berbicara di hadapan banyak orang di Foley Square. Dia mengkritik pemerintahan Trump dan Walikota New York, Eric Adams, atas tindakan keras terhadap imigran.
"Wali Kota Adams telah menjelaskan bahwa dia tidak peduli dengan orang-orang kelas pekerja," katanya. "Dia tidak peduli dengan siapa pun di antara kita. Dia bekerja sama dengan Trump untuk menggunakan taktik. Dia terlibat."
Hanif juga menyatakan keinginannya untuk menjadikan New York sebagai kota perlindungan, dan menyerukan lebih banyak perlindungan bagi mahasiswa internasional.
"Hentikan serangan dan penyerangan terhadap mahasiswa kami!" teriaknya, dan disambut sorak-sorai dari kerumunan.
Ribuan orang juga berkumpul di luar pengadilan imigrasi di Chicago, lalu berbaris melalui jalan-jalan di pusat kota, menabuh genderang dan meneriakkan: "Tidak ada lagi deportasi!"
Di metro Atlanta, ratusan orang berbaris di sepanjang Buford Highway untuk menunjukkan solidaritas dengan Los Angeles, demikian dilaporkan oleh 11 Alive News setempat.
Lalu di Omaha, para pengunjuk rasa berbaris meneriakkan "Chinga la migra" (frasa dalam bahasa Spanyol yang secara kasar diterjemahkan menjadi slogan "Fuck Ice" pada plakat, yang dikibarkan oleh para pengunjuk rasa) setelah sekitar 80 orang dilaporkan ditangkap dalam penggerebekan imigrasi di sebuah pabrik pengepakan daging.
Di Seattle, kerumunan kecil sekitar 50 pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung federal Henry M Jackson di pusat kota Seattle untuk menunjukkan solidaritas dengan para pengunjuk rasa di Los Angeles, demikian dilaporkan oleh Seattle Times.
Setelah unjuk rasa, para pengunjuk rasa membarikade jalan masuk dengan sepeda listrik dan skuter listrik untuk menghalangi kendaraan keamanan dalam negeri yang diduga mengangkut imigran yang ditahan.
Unjuk rasa besar juga terjadi di Dallas dan Austin pada hari Senin, dan hingga 1.800 protes direncanakan di seluruh negeri pada hari Sabtu, bertepatan dengan parade militer yang diadakan Trump pada hari ulang tahunnya di ibu kota negara tersebut.
(lsi)