LANGIT7.ID-, - Presiden AS
Donald Trump, pada Jumat (4/4/2025) malam, mengunggah sebuah video yang memperlihatkan serangan udara terhadap
kelompok Houthi di
Yaman.
Lewat cuitannya di platform Truth Social, Trump mengatakan kelompok yang menjadi sasaran serangan dalam video tersebut tengah merencanakan serangan ke kapal AS di
Laut Merah.
Unggahan tersebut langsung banjir kritik dan kecaman dari masyarakat luas, khususnya warganet.
Baca juga: Tiger Woods Benarkan Hubungan dengan Mantan Menantu Donald Trump; VanessaVideo yang tampaknya diambil dari
pesawat nirawak militer, memperlihatkan rekaman puluhan orang dari sudut yang hampir vertikal.
"Para Houthi ini berkumpul untuk mendapatkan instruksi tentang serangan," tulis Trump dalam keterangan unggahan, dikutip Ahad (6/4/2025).
Diketahui pasukan Amerika melakukan serangan besar-besaran di Yaman dalam beberapa minggu terakhir sebagai tanggapan atas serangan kelompok tersebut terhadap pengiriman barang di Laut Merah.
Tampak dalam video, orang-orang berkumpul dalam bentuk lingkaran di sepanjang jalan.
Baca juga: Israel Diultimatum Houthi: Buka Blokade Gaza dalam 4 Hari atau Siap-siap DiserangBeberapa detik kemudian, kilatan terang muncul di tengah pemandangan, diikuti oleh asap yang mengepul.
Rekaman beralih ke bidikan yang lebih luas yang memperlihatkan gumpalan asap di atas lokasi yang terlihat seperti lokasi jatuhnya pesawat dan beberapa kendaraan terparkir di jalan.
Kamera kemudian bergerak lebih dekat lagi untuk memperlihatkan kawah yang luas di titik jatuhnya pesawat. Tidak ada mayat yang mudah dikenali.
“Ups, tidak akan ada serangan oleh Houthi ini. Mereka tidak akan pernah menenggelamkan kapal kita lagi!” tulis Trump.
Houthi dikenal sebagai kelompok bersenjata berlatar belakang politik dan agama yang mayoritas berisi penganut
Syiah Zaydi. Kelompok Houthi dikenal sebagai lawan ideologis
Israel.
Baca juga: Panas! Israel Bombardir Fasilitas Penting Milik Houthi di YamanUnggahan Trump tersebut mendapat reaksi luas dari masyarakat internasional, khususnya warganet di platform X.
Sejumlah netizen mengatakan bahwa serangan tersebut malah menyasar warga sipil, bukan militan bersenjata seperti yang diklaim Trump.
“Itu adalah pertemuan suku. Mereka hanya warga desa yang sedang merayakan Idul Fitri, dan kalian mengebom mereka,” tulis salah satu pengguna.
“Saya tidak percaya Presiden Amerika Serikat membagikan konten seperti ini...” tambah pengguna lainnya.
“Anda berjanji akan mengakhiri perang, tapi justru Anda memperparahnya,” timpal yang lain.
(est)