home edukasi & pesantren

Santri Bumi Shalawat Diajak Buat Konten Medsos Berkualitas dan Berdampak

Senin, 23 Juni 2025 - 20:22 WIB
Okky Madasari saat menjadi narasumber Dialog Pemuda dengan topik Pelajaran di Tengah Disrupsi Media Sosial yang digelar SMA Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo.
Santri Pesantren Bumi Shalawat diajak untuk aktif bermedia sosial (medsos) dengan konten-konten berkualitas dan berdampak. Di era disrupsi sekarang ini, seseorang tidak bisa menjauhi media sosial.Ajakan ini disampaikan sastrawan dan sosiolog Okky Madasari saat menjadi narasumber Dialog Pemuda dengan topik Pelajaran di Tengah Disrupsi Media Sosial yang digelar SMA Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo, Senin (23/6/2025)“Mereka (pemuda) sudah dapat pengetahuan mengenai media sosial karena lahir di era seperti saat ini. Jadi mereka ini sudah punya modal yang tidak dimiliki oleh generasi-generasi saya atau generasi-generasi sebelumnya,” ujar Okky.Menurutnya, bagaimana sekarang ini menstimulus mereka agar bisa turut mengintervensi sosial media dengan konten-konten berkualitas konten-konten kritis konten-konten yang punya dampak.“Jadi saya orang yang tidak setuju kalau anak muda tidak boleh bersosial media. Justru anak muda harus masuk di gelanggang sosmed. Tapi sudah punya bekal pengetahuan yang kuat sudah diarahkan. Bagaimana bisa berkarya dan bersuara,” tambahnya.

Baca juga:SMA Progresif Bumi Shalawat Gandeng Institut Franais dIndonsie, Kembangkan Bahasa dan Budaya PerancisOkky menjelaskan cara anak-anak muda bermedsos yang berkualitas. Pertama, pikiran kritisnya harus dilatih. Mereka harus terus dipancing dan dilatih untuk merawat pikiran kritisnya.Salah satu cara melatih pikiran kritis adalah berani mempertanyakan sesuatu, jangan asal ikut-ikutan jangan asal.“Jadi sekarang ini ada trend namanya Fomo. Takut ketinggalan, takut kalau nggak sama dengan yang lain, Nah, ini harus dirobohkan mentalitas ini caranya ya terus diajak kritis terus untuk ditunjukan bahwa pikiran kritis itu berharga ditingkatkan literasinya,” ungkapnya.Jadi, sambungnya, di era sekarang tetap memang harus diperbanyak berlatih menulis dengan baik. Banyak masalah di sosial media terjadi karena semuanya enggak punya kemampuan menuliskan, akhirnya ngata-ngatain orang akhirnya sekedar bikin konten yang menciptakan masala.Tetapi jika dilatih tertib logika, tertib berpikir, tertib tulis ini akan menghasilkan karya-karya yang lain. Khususnya terus melatih berpikir kritis itu tadi dan terus berkarya dan bersuara.Ustadzah Nasywa Imtyaz selaku Media dan Publikasi SMA Progresif Bumi Shalawat mengatakan, kegiatan ini untuk memberi bekal kepada para santri menjelang libur.“Diharapkan, selama di rumah bisa bersosial media dengan baik dan bisa memberikan dampak positif,” kata Nasywa.
(ori)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya