Kopi Bersamamu, Rekomendasi Tempat Nongkrong dan Wisata Agro di Semarang
Arif purniawan
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 21:28 WIB
Spot ngopi di Kedai Kopi Bersamamu di Kawasan Mijen, Semarang. (foto-foto: instagram/ @kopibersamamu)
Kedai Kopi Bersamamu yang berada di Kelurahan Wonolopi Mijen Kota Semarang bisa menjadi alternatif bagi Sahabat Langit7 yang hendak mencari suasana yang tenang dan nyaman. Ditempat ini, tidak ada hiruk pikuk aktivitas manusia yang padat.
Tak hanya hanya menyediakan aneka macam kopi saja, Kedai Kopi Bersamamu juga menawarkan wisata agro.
Konsepnya dibuat layaknya desa tradisional dan terbuka. Wisatawan bisa menikmati kopi dan makanan di tengah sawah. Ada spot spot yang berjarak, di atas lahan persawahan seluas 1,2 hektare. Udaranya segar, karena memang konsepnya berada di alam pedesaan dengan sinar matahari yang bisa langsung menerpa pengunjung.
Sebelum ada kedai, di sini hanya berupa pendopo berukuran 8 x 6 meter. Tapi kemudian diperluas lagi dan dilengkapi di dalamnya dengan beberapa meja dan kursi kuno, seperti kursi bagong.
Menu makanan yang disediakan pun juga makanan ndeso seperti, sayur bening plus nasi Rp6.000, sayur santan/ tumis plus nasi hanya dibanderol Rp7.000.
Kemudian ada iwak banyu Rp6.500, ndhog dadar Rp5.000, tempe tahu Rp1.500. Selain itu ada sate kambing 5 tusuk Rp25.000, gule 1 mangkok Rp20.000, nasi putih Rp4.000, nasi daun jeruk Rp5.000, krengsengan kambing Rp25.000 dan ayam goreng Rp8.000.
Kenapa menyediakan kambing? Karena pengelola warung ini juga memiliki peternakan kambing, ayam, kelinci, bebek dan ikan. Jadi bahan makanan yang disajikan di kedai ini diambilkan langsung dari peternakan, di dekat lokasi tersebut.
Tak hanya hanya menyediakan aneka macam kopi saja, Kedai Kopi Bersamamu juga menawarkan wisata agro.
Konsepnya dibuat layaknya desa tradisional dan terbuka. Wisatawan bisa menikmati kopi dan makanan di tengah sawah. Ada spot spot yang berjarak, di atas lahan persawahan seluas 1,2 hektare. Udaranya segar, karena memang konsepnya berada di alam pedesaan dengan sinar matahari yang bisa langsung menerpa pengunjung.
Sebelum ada kedai, di sini hanya berupa pendopo berukuran 8 x 6 meter. Tapi kemudian diperluas lagi dan dilengkapi di dalamnya dengan beberapa meja dan kursi kuno, seperti kursi bagong.
Menu makanan yang disediakan pun juga makanan ndeso seperti, sayur bening plus nasi Rp6.000, sayur santan/ tumis plus nasi hanya dibanderol Rp7.000.
Kemudian ada iwak banyu Rp6.500, ndhog dadar Rp5.000, tempe tahu Rp1.500. Selain itu ada sate kambing 5 tusuk Rp25.000, gule 1 mangkok Rp20.000, nasi putih Rp4.000, nasi daun jeruk Rp5.000, krengsengan kambing Rp25.000 dan ayam goreng Rp8.000.
Kenapa menyediakan kambing? Karena pengelola warung ini juga memiliki peternakan kambing, ayam, kelinci, bebek dan ikan. Jadi bahan makanan yang disajikan di kedai ini diambilkan langsung dari peternakan, di dekat lokasi tersebut.