Pakar UGM Sebut Pasar Halal Global Bisa Tembus Triliunan Dolar
Haris budiman
Senin, 30 Juni 2025 - 08:14 WIB
Ilustrasi produk halal. (foto: unsplash.com/@markusspiske)
LANGIT7.ID-Pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut, pasar halal global bisa menembus angka triliunan dolar dalam beberapa tahun ke depan.
Prof. Dr. Lily Arsanti Lestari, STP., MP., dari peneliti Lembaga Pemeriksa Halal UGM menyampaikan dalam beberapa dekade terakhir, kesadaran dan permintaan terhadap produk halal telah mengalami pertumbuhan eksponensial, melampaui batas geografis negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.
Hal tersebut disampaikannya dalam Talkshow UMKM Class Series#24 bertema Pengolahan Pangan yang Aman dan Berjaminan Halal, di Ruang Merapi Audio Visual, Lantai 2, Gedung PDIN, Terban, Yogyakarta, Kamis (26/6).
Menurutnya, fenomena tersebut tidak hanya didorong oleh peningkatan populasi Muslim global, tetapi juga oleh kesadaran konsumen non-Muslim yang mengasosiasikan sertifikasi halal dengan jaminan keamanan pangan, higienitas, kualitas, dan etika produksi.
“Menarik, karena pasar halal global telah menjadi kekuatan ekonomi yang sangat signifikan, diproyeksikan mencapai triliunan dolar AS dalam beberapa tahun mendatang”, katanya.
Di kesempatan sama, Dosen Departemen Teknik Pangan dan Pascapanen, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Dr. Arifin Dwi Saputro, S.T.P., M.Sc., menyatakan untuk memenuhi ketentuan keamanan pangan maka bagi pelaku usaha sudah seharusnya mereka mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Peraturan tersebut, termasuk persyaratan sanitasi di setiap rantai pangan yang meliputi proses produksi, penyimpanan, pengangkutan dan peredarannya serta penerapan cara produksi makanan yang baik.
Prof. Dr. Lily Arsanti Lestari, STP., MP., dari peneliti Lembaga Pemeriksa Halal UGM menyampaikan dalam beberapa dekade terakhir, kesadaran dan permintaan terhadap produk halal telah mengalami pertumbuhan eksponensial, melampaui batas geografis negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.
Hal tersebut disampaikannya dalam Talkshow UMKM Class Series#24 bertema Pengolahan Pangan yang Aman dan Berjaminan Halal, di Ruang Merapi Audio Visual, Lantai 2, Gedung PDIN, Terban, Yogyakarta, Kamis (26/6).
Menurutnya, fenomena tersebut tidak hanya didorong oleh peningkatan populasi Muslim global, tetapi juga oleh kesadaran konsumen non-Muslim yang mengasosiasikan sertifikasi halal dengan jaminan keamanan pangan, higienitas, kualitas, dan etika produksi.
“Menarik, karena pasar halal global telah menjadi kekuatan ekonomi yang sangat signifikan, diproyeksikan mencapai triliunan dolar AS dalam beberapa tahun mendatang”, katanya.
Di kesempatan sama, Dosen Departemen Teknik Pangan dan Pascapanen, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Dr. Arifin Dwi Saputro, S.T.P., M.Sc., menyatakan untuk memenuhi ketentuan keamanan pangan maka bagi pelaku usaha sudah seharusnya mereka mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Peraturan tersebut, termasuk persyaratan sanitasi di setiap rantai pangan yang meliputi proses produksi, penyimpanan, pengangkutan dan peredarannya serta penerapan cara produksi makanan yang baik.