home global news

KKN Kebangsaan XIII Universitas Hasanuddin, Menteri Kebudayaan Dorong Peran Generasi Muda dalam Pelestarian

Kamis, 03 Juli 2025 - 23:13 WIB
KKN Kebangsaan XIII Universitas Hasanuddin, Menteri Kebudayaan Dorong Peran Generasi Muda dalam Pelestarian
LANGIT7.ID-Maros;Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, hadir sebagai narasumber dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan XIII yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin. Bertempat di Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Menbud Fadli Zon membawakan materi bertema “Warisan Dunia dan Aksi Kebangsaan”, yang menyoroti pentingnya pelestarian situs budaya dan peran generasi muda dalam memperkuat identitas nasional melalui kebudayaan.

Di hadapan ratusan peserta KKN dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, Menbud Fadli menyampaikan bahwa tidak semua generasi mendapatkan kesempatan untuk mengabdi langsung di kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya kelas dunia. Ia menyebut kawasan Maros-Pangkep sebagai wilayah yang memiliki status strategis karena merupakan bagian dari UNESCO Global Geopark dan Kawasan Cagar Biosfer, serta tengah diperjuangkan sebagai Warisan Dunia (World Heritage Site) UNESCO.

“Teman-teman mahasiswa yang saya banggakan, inilah rumah dari lukisan gua tertua di dunia yang berusia 51.200 tahun, tapak leluhur manusia modern di Nusantara. Tidak hanya sekadar goresan di dinding batu, mereka adalah bentuk pertama dari ekspresi imajinasi dan impresi berpikir manusia,” jelas Menbud dalam keterangannya, Kamis (3/7/2025).

Menbud Fadli menambahkan, temuan ini tentunya tidak hanya memperkuat posisi Sulawesi Selatan dalam kajian arkeologi dunia, tetapi juga meneguhkan posisi Indonesia sebagai peradaban tertua di dunia. “Kawasan Leang-Leang ini menjadi wujud nyata bahwa Nusantara adalah ruang hidup bagi manusia purba dalam perjalanan evolusinya,” tambahnya.

Pada kesempatan ini, Menbud Fadli Zon menekankan dua narasi besar yang menjadi kerangka pemikiran dalam membangun kebudayaan nasional sebagai kekuatan strategis bangsa. Pertama, Indonesia sebagai peradaban tertua di dunia. Ia menjelaskan bahwa penemuan dan persebaran fosil manusia purba di wilayah Nusantara—yang mencakup hampir 60% dari seluruh sebaran Homo erectus di dunia—serta lukisan purba dan berbagai temuan arkeologis lainnya, telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat penting dalam peta paleoantropologi dunia dan episentrum evolusi manusia.

Narasi kedua, lanjutnya, adalah Indonesia sebagai bangsa dengan kekayaan budaya yang luar biasa—sebuah negara mega-diversity. “Sebagai bangsa yang kaya akan keberagaman, kita memiliki 1.340 kelompok etnis dan 718 bahasa daerah, yang mewakili 10% dari seluruh bahasa di dunia.” Hingga saat ini, Indonesia telah mencatat 228 Cagar Budaya tingkat Nasional, 2.213 Warisan Budaya Takbenda tingkat Nasional, dan hampir 30.000 Objek Pemajuan Kebudayaan yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

Dalam pandangan Menbud Fadli, keberagaman ini bukan hanya menjadi tantangan, tetapi justru kekuatan yang luar biasa jika dikelola dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Ia menyebut kebudayaan sebagai binding power atau perekat utama identitas kebangsaan. “Ini merupakan potret dari kekuatan bangsa yang tidak dimiliki oleh banyak negara di dunia,” tambahnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya