home masjid

Din Syamsuddin Ingatkan Kembali Etos Fastabiqul Khairat

Ahad, 06 Juli 2025 - 05:15 WIB
Prof Dr H Din Syamsuddin, MA. Foto: mhy
LANGIT7.ID-Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2010 dan 2010-2015, Prof. Dr. H. Din Syamsuddin, M.A. dalam Pengajian Hari Bermuhammadiyah di Jakarta, Sabtu (5/7), mengingatkan sebuah nilai luhur yang mulai meredup: etos fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan, dengan semangat menjadi yang terbaik.

Berlomba dalam kebaikan, menurut Din, bukan sekadar mengikuti jejak atau sekadar “ada” di antara orang-orang baik. Bukan pula sekadar puas karena sudah berbuat sesuatu. Melainkan mengejar keunggulan, bertekad untuk berada di garis depan dalam karya-karya kebaikan. Dalam bahasa Din, bukan hanya ikut-ikutan, tetapi mengejar posisi terdepan, menjadi juara dalam kebaikan.

Pesan itu terasa menohok jika kita jujur menengok kondisi saat ini. Muhammadiyah yang dikenal sebagai pelopor dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial kini seakan berjalan di jalur datar, terjebak pada zona nyaman prestasi masa lalu. Padahal sejarah membuktikan, keberhasilan Muhammadiyah lahir dari keberanian bermimpi besar, bekerja keras, berani mengambil risiko, dan “cemburu positif” melihat keberhasilan pihak lain.

Baca juga: Din Syamsuddin Ajak Masyarakat Tak Bosan Memakmurkan Masjid

Kisah-kisah yang disampaikan Din tentang ibu-ibu Aisyiyah yang mendirikan Himpunan Janda Muslimah, atau rumah sakit yang didirikan untuk menandingi layanan yang sudah lebih dulu ada, adalah contoh nyata etos fastabiqul khairat yang membakar semangat. Kala itu, ada dorongan untuk tidak kalah, bahkan melampaui apa yang telah dilakukan orang lain, tentu dalam kebaikan.

Kini, semangat itu seperti meredup, tergantikan oleh rasa puas diri. Amal usaha yang sudah besar kadang justru menjadi beban karena kehilangan visi yang lebih jauh ke depan. Dalam banyak kesempatan, lebih terasa upaya mempertahankan, daripada menciptakan terobosan baru.

Di tengah dinamika zaman yang makin kompetitif, pesan Din perlu direnungkan: *kalau orang lain bisa, kita harus bisa lebih baik.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya