Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 31 Juli 2026
home masjid detail berita

Pembangunan Masjid Dekat Tokyo Diwarnai Protes, Warga Khawatir Identitas Lokal Terkikis

esti setiyowati Jum'at, 31 Juli 2026 - 13:03 WIB
Pembangunan Masjid Dekat Tokyo Diwarnai Protes, Warga Khawatir Identitas Lokal Terkikis
Pembangunan Masjid Dekat Tokyo Diwarnai Protes, Warga Khawatir Identitas Lokal Terkikis. Foto: Pexels.
LANGIT7.ID-, Fujisawa - - Rencana pembangunan masjid pertama di Kota Fujisawa, sekitar satu jam perjalanan dari Tokyo, memicu gelombang protes warga. Polemik ini kemudian membuka kembali perdebatan mengenai imigrasi, keberagaman, serta identitas nasional Jepang.

Lahan yang saat ini masih berupa hamparan rumput itu rencananya akan dijadikan sebagai lahan masjid untuk melayani komunitas Muslim yang terus tumbuh di wilayah tersebut. Namun, proyek itu menuai penolakan dari sebagian warga yang khawatir perubahan demografi akan memengaruhi karakter lingkungan mereka.

Baca juga: Islam Berkembang, Masjid di Jepang Meningkat 7 Kali Lipat

Salah satu warga, Noriko Izumizawa, mengaku cemas dengan dampak pembangunan rumah ibadah tersebut terhadap kehidupan masyarakat setempat.

"Saya khawatir bagaimana komunitas kami akan berubah," ujar Izumizawa seperti dilansir dari BBC, Jumat (31/7/2026).

Penolakan terhadap pembangunan masjid memuncak pada awal tahun ketika ribuan orang menggelar aksi demonstrasi di sekitar stasiun kereta Fujisawa. Sejumlah peserta aksi menilai ukuran masjid yang direncanakan lebih besar dibanding kuil Shinto di sekitarnya dianggap tidak menghormati budaya lokal.

Selain aksi di jalan, media lokal melaporkan masifnya ujaran kebencian dan penyebaran informasi yang menyesatkan tentang komunitas Muslim di media sosial Jepang. Sejumlah masjid bahkan dilaporkan menerima telepon dan surat elektronik bernada intimidatif.

Kondisi tersebut mendorong kelompok antikekerasan dan antikebencian menggelar aksi tandingan dengan menyerukan penghentian diskriminasi terhadap umat Islam.

Baca juga: Perjalanan Desainer Jepang Membuat Jenama Hijab Pertama di Negeri Sakura

Di sisi lain, sebagian warga memilih pendekatan yang lebih moderat. Hiroki Suzuka, pemilik kedai kopi yang berada di dekat lokasi pembangunan masjid, menilai dialog menjadi langkah terbaik untuk mengurangi kesalahpahaman.

"Saya tidak benar-benar menolak, tetapi juga tidak bisa mengatakan sepenuhnya mendukung. Langkah pertama adalah mengenal siapa mereka, memahami Islam, serta nilai-nilai yang mereka anut. Semua harus dimulai dengan pikiran terbuka dan keinginan untuk saling memahami," katanya.

Perdebatan mengenai pembangunan masjid di Fujisawa mencerminkan tantangan yang lebih luas yang sedang dihadapi Jepang.

Negeri Sakura disebutkan makin bergantung pada tenaga kerja asing untuk mengatasi krisis kekurangan pekerja akibat populasi yang terus menyusut. Meski demikian, kebijakan imigrasi tetap menjadi isu sensitif secara politik.

Data menunjukkan populasi Muslim di Jepang, yang terdiri dari warga asing maupun a jugawarga Jepang yang memeluk Islam, mencapai sekitar 420.000 orang pada akhir 2024, meningkat signifikan dibanding sekitar 230.000 orang pada 2019.

Sementara itu, jumlah penduduk asing di Jepang telah melampaui empat juta orang pada 2025.

Baca juga: Jepang Hadirkan Inovasi Masjid Keliling, Muat hingga 50 Jamaah

Peningkatan jumlah penduduk asing turut memunculkan kekhawatiran di sebagian masyarakat mengenai perubahan sosial dan budaya. Beberapa warga mengaku pengaruh perdebatan mengenai imigrasi di Amerika Serikat dan Eropa turut membentuk pandangan mereka terhadap komunitas pendatang.

Meski demikian, sejumlah tokoh komunitas Muslim menegaskan bahwa mereka berupaya menghormati aturan dan budaya Jepang.

Perwakilan Masjid Yashio di Prefektur Saitama, Shakeel Mohamed, mengatakan komunitas Muslim berusaha menaati berbagai peraturan, mulai dari pemilahan sampah, aturan parkir, hingga etika bermasyarakat.

Menurutnya, membangun hubungan baik dengan masyarakat lokal menjadi kunci untuk mengurangi prasangka dan memperkuat kepercayaan.

"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menghormati cara hidup dan kebiasaan yang berlaku di Jepang serta mematuhi semua peraturan," katanya. "Sikap sopan santun juga sangat penting, bahkan dalam hal sederhana seperti menyapa orang lain."

Kasus di Fujisawa pun menjadi gambaran dilema yang kini dihadapi Jepang: bagaimana memenuhi kebutuhan tenaga kerja melalui kehadiran penduduk asing, sekaligus menjaga kohesi sosial dan identitas nasional yang selama ini menjadi ciri khas negara tersebut. (Sumber: BBC)

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 31 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:58
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan