LANGIT7.ID-, Jakarta - - Fenomena bendera
One Piece jelang
Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia menarik perhatian media asing.
Umumnya setiap memasuki bulan Agustus, masyarakat Indonesia kerap memasang
bendera merah putih baik di rumah, kendaraan hingga ruang publik.
Namun tahun ini, banyak warga yang memilih untuk mengibarkan bendera
bajak laut Jolly Roger dari serial anime Jepang, One Piece sebagai bentuk perlawananan.
Baca juga: 5 Fakta LA Lakers Kolaborasi dengan One Piece pada 2025Bendera fiktif bergambar tengkorak dengan tulang bersilang, berhiaskan topi jerami khas tokoh utama
Monkey D. Luffy, kini menghiasi setiap hal, mulai dari pintu hingga tiang bendera.
South China Morning Post (SCMP) ikut menyoroti fenomena yang disebut telah meresahkan para pejabat pemerintahan Indonesia itu.
SCMP menilai, alih-alih kontroversi, tren ini malah memicu perdebatan bagi banyak orang Indonesia.
Media yang berbasis di Hong Kong ini mengutip pernyataan sejumlah tokoh di Indonesia, mulai dari tenang hingga bersikap keras menyikapi fenomena pengibaran bendera Jolly Roger tersebut.
SCMP mengutip ucapan anggota DPR dari PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, yang mengatakan pada Jakarta Globe bahwa mengibarkan bendera “harus dilihat sebagai ekspresi kritik publik, yang merupakan bagian dari masyarakat demokratis”.
“Tindakan simbolis semacam ini lebih baik daripada protes jalanan yang bisa berujung pada kekerasan,” tambahnya.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyuarakan sentimen serupa, menyebut gerakan tersebut sebagai "bentuk ekspresi".
Baca juga: One Piece Cafe Indonesia Resmi Dibuka, Sajikan 4 Menu Andalan dan Ikonik"Menurut saya, bentuk ekspresi seperti itu wajar dalam demokrasi, asalkan tidak bertentangan dengan konstitusi," ujarnya kepada kantor berita Antara, Sabtu, seraya menambahkan bahwa bendera nasional Indonesia harus tetap menjadi yang utama.
Selain itu, SCMP juga menukil pernyataan keras dari Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad yang menyebut bendera Jolly Roger dapat digunakan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Sementara media Kanada, Screen Rant, mengaku tidak tahu secara spesifik alasan protes masyarakat Indonesia dengan mengibarkan bendera Jolly Roger.
Namun, Screen Rant menekankan bahwa pemerintahan Indonesia saat ini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, menjadi sorotan internasional atas dugaan pembatasan kebebasan berbicara, beragama, dan orientasi seksual.
Lebih lanjut, Screen Rant menjelaskan karakter utama One Piece yaitu Luffy yang sering bertarung melawan bajat laut lain, namun perjuangan terbesarnya adalah melawan Pemerintah Dunia.
Pemerintah Dunia dalam One Piece sering menggunakan kekuatan militernya untuk menghancurkan bahkan perbedaan pendapat yang kecil sekalipun.
Baca juga: Fans One Piece Zoro-Sanji Jangan Saling Hina, Ini Dalil Larangan Bermusuhan"Mengingat tema seri ini tentang pembongkaran sistem penindasan, tidak heran jika orang-orang di seluruh dunia yang merasa tidak terwakili akan memandang Topi Jerami sebagai tokoh revolusioner," sebutnya.
Media ini pun menduga bahwa pengibaran bendera Jolly Roger jelang HUT ke-80 RI sebagai bentuk protes masyarakat atas pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia.
Screen Rant bahkan menyebut ucapan Dasco tentang tren itu hanya sekedar komentar semata, dan tidak berupaya pada penuntutan.
"Namun, menerbangkan Topi Jerami Jolly Roger menjadi berita yang beredar secara internasional merupakan tanda dampak global One Piece," tandasnya. (SCMP/Screen Rant/es).
(est)