Fadli Zon Resmikan Museum Budaya Pertama di Pariaman, Angkat Tradisi Tabuik ke Panggung Nasional
Tim langit 7
Senin, 07 Juli 2025 - 11:42 WIB
Fadli Zon Resmikan Museum Budaya Pertama di Pariaman, Angkat Tradisi Tabuik ke Panggung Nasional
LANGIT7.ID-Pariaman;Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, resmikan Rumah Budaya Tabuik Pasa sebagai Museum Budaya Kota Pariaman yang menjadi museum pertama di Kota Pariaman. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Kebudayaan di teras utama museum, sebagai simbol komitmen pemerintah dalam mendukung pelestarian warisan budaya tabuik dan budaya Pariaman secara umum.
Mengawali sambutannya, Menbud Fadli Zon sampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Pariaman yang telah menginisiasi Rumah Budaya Tabuik Pasa sebagai Museum Budaya Kota Pariaman. “Kita sangat mengapresiasi atas apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kota yang telah menjadikan tempat ini sebagai museum. Museum memang bukan tempat akhir, namun justru pusat edukasi, literasi, narasi, bahkan art space,” jelasnya.
Lebih lanjut, Menbud juga menyasar dukungan Kementerian Kebudayaan terkait revitalisasi museum. “Museum ini harus kita upgrade, baik tata pamer, koleksi, artefak, linimasa, dan berbagai macam informasi di dalamnya agar dapat bermanfaat bagi para pengunjung.”
Menbud menambahkan, revitalisasi akan berdampak pada grade sebuah museum. Kementerian Kebudayaan melakukan grading standarisasi museum untuk menentukan angka bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK). Misalnya, bagi museum dengan grade A maka DAK yang bisa diberikan sebesar 2 miliar, grade B senilai 1,5 miliar, dan grade C sejumlah 1 miliar rupiah.
Museum yang berlokasi di Jalan Syech Burhanuddin No.32 Kota Pariaman ini, berbentuk rumah panggung kayu mengikuti gaya tradisional arsitektur masyarakat pesisir Pariaman. Pada tanggal 1-10 Muharram, rumah ini dipergunakan untuk membuat tabuik, representasi burak yang membawa jasad Husein bin Ali, cucu dari Nabi Muhammad SAW, terbang ke angkasa.
Menbud Fadli menggarisbawahi tabuik sebagai Warisan Budaya Takbenda yang penting. Tabuik tak hanya menjadi sebuah bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan dan sejarah, tetapi juga menjadi ruang ekspresi kolektif, memperkuat identitas budaya bangsa, serta menjadi daya tarik pariwisata budaya.
Mengawali sambutannya, Menbud Fadli Zon sampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Pariaman yang telah menginisiasi Rumah Budaya Tabuik Pasa sebagai Museum Budaya Kota Pariaman. “Kita sangat mengapresiasi atas apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kota yang telah menjadikan tempat ini sebagai museum. Museum memang bukan tempat akhir, namun justru pusat edukasi, literasi, narasi, bahkan art space,” jelasnya.
Lebih lanjut, Menbud juga menyasar dukungan Kementerian Kebudayaan terkait revitalisasi museum. “Museum ini harus kita upgrade, baik tata pamer, koleksi, artefak, linimasa, dan berbagai macam informasi di dalamnya agar dapat bermanfaat bagi para pengunjung.”
Menbud menambahkan, revitalisasi akan berdampak pada grade sebuah museum. Kementerian Kebudayaan melakukan grading standarisasi museum untuk menentukan angka bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK). Misalnya, bagi museum dengan grade A maka DAK yang bisa diberikan sebesar 2 miliar, grade B senilai 1,5 miliar, dan grade C sejumlah 1 miliar rupiah.
Museum yang berlokasi di Jalan Syech Burhanuddin No.32 Kota Pariaman ini, berbentuk rumah panggung kayu mengikuti gaya tradisional arsitektur masyarakat pesisir Pariaman. Pada tanggal 1-10 Muharram, rumah ini dipergunakan untuk membuat tabuik, representasi burak yang membawa jasad Husein bin Ali, cucu dari Nabi Muhammad SAW, terbang ke angkasa.
Menbud Fadli menggarisbawahi tabuik sebagai Warisan Budaya Takbenda yang penting. Tabuik tak hanya menjadi sebuah bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan dan sejarah, tetapi juga menjadi ruang ekspresi kolektif, memperkuat identitas budaya bangsa, serta menjadi daya tarik pariwisata budaya.