Menteri Kebudayaan Dukung Produksi Film Helena, Angkat Budaya dan Pariwisata Papua Barat Daya
Tim langit 7
Rabu, 09 Juli 2025 - 06:14 WIB
Menteri Kebudayaan Dukung Produksi Film Helena, Angkat Budaya dan Pariwisata Papua Barat Daya
LANGIT7.ID-Jakarta;Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menerima audiensi Ketua DPD Partai Gerindra Papua Barat Daya, Oktasari Sabil, bersama sineas nasional Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, di kantor Kementerian Kebudayaan. Audiensi tersebut membahas rencana produksi film berjudulHelena, yang mengangkat kekayaan budaya, adat, dan pariwisata dari enam wilayah di provinsi termuda Indonesia, Papua Barat Daya.
Menbud Fadli Zon menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk mendorong afirmasi kebudayaan di wilayah timur Indonesia, termasuk melalui pemanfaatan Dana Indonesiana.
“Kami tentu mendukung film ini. Dana Indonesiana bisa dimanfaatkan untuk kegiatan riset, penulisan skenario, hingga produksi film dokumenter sebagai bentuk alih wahana dari karya sastra ke media film,” ungkap Menbud Fadli Zon.
Dalam pertemuan ini, Oktasari Sabil menyampaikan bahwa Papua Barat Daya memiliki potensi besar di bidang kebudayaan dan pariwisata yang selama ini belum banyak terangkat dalam media nasional. Rencana produksi filmHelena diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan wilayah seperti Raja Ampat, Sorong, Maybrat, Tambrauw, Sorong Selatan, dan Kota Sorong kepada khalayak luas.
“Film ini kami rancang untuk menggambarkan keunikan budaya, hasil alam, dan kearifan lokal di enam kabupaten/kota Papua Barat Daya, dan ditayangkan secara nasional. Ini upaya strategis kami untuk mendongkrak sektor budaya dan pariwisata di provinsi baru,” ujar Oktasari.
Sineas Ari Sihasale juga turut menjelaskan bahwa filmHelenamerupakan adaptasi dari novelHelena: Bunga Demokrasi Papua Barat, yang berkisah tentang seorang perempuan Papua yang kuat dan mencintai tanah kelahirannya. Lokasi pengambilan gambar akan dilakukan di beberapa titik strategis, seperti Raja Ampat dan Tambrauw.
“Papua identik dengan kekuatan laki-laki, namun lewatHelenakami ingin mengangkat sosok perempuan yang menjadi simbol kekuatan dan harapan. Ini bukan sekadar film, tapi bagian dari misi budaya,” ujar Ari.
Menbud Fadli Zon menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk mendorong afirmasi kebudayaan di wilayah timur Indonesia, termasuk melalui pemanfaatan Dana Indonesiana.
“Kami tentu mendukung film ini. Dana Indonesiana bisa dimanfaatkan untuk kegiatan riset, penulisan skenario, hingga produksi film dokumenter sebagai bentuk alih wahana dari karya sastra ke media film,” ungkap Menbud Fadli Zon.
Dalam pertemuan ini, Oktasari Sabil menyampaikan bahwa Papua Barat Daya memiliki potensi besar di bidang kebudayaan dan pariwisata yang selama ini belum banyak terangkat dalam media nasional. Rencana produksi filmHelena diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan wilayah seperti Raja Ampat, Sorong, Maybrat, Tambrauw, Sorong Selatan, dan Kota Sorong kepada khalayak luas.
“Film ini kami rancang untuk menggambarkan keunikan budaya, hasil alam, dan kearifan lokal di enam kabupaten/kota Papua Barat Daya, dan ditayangkan secara nasional. Ini upaya strategis kami untuk mendongkrak sektor budaya dan pariwisata di provinsi baru,” ujar Oktasari.
Sineas Ari Sihasale juga turut menjelaskan bahwa filmHelenamerupakan adaptasi dari novelHelena: Bunga Demokrasi Papua Barat, yang berkisah tentang seorang perempuan Papua yang kuat dan mencintai tanah kelahirannya. Lokasi pengambilan gambar akan dilakukan di beberapa titik strategis, seperti Raja Ampat dan Tambrauw.
“Papua identik dengan kekuatan laki-laki, namun lewatHelenakami ingin mengangkat sosok perempuan yang menjadi simbol kekuatan dan harapan. Ini bukan sekadar film, tapi bagian dari misi budaya,” ujar Ari.