Ahmad Rofiq, Ketum Partai Gema Bangsa Temui Ketua MPR RI Bahas Berbagai Isu Hangat Tentang Kebangsaan
Tim langit 7
Rabu, 09 Juli 2025 - 13:57 WIB
Ahmad Rofiq, Ketum Partai Gema Bangsa Temui Ketua MPR RI Bahas Berbagai Isu Hangat Tentang Kebangsaan
LANGIT7.ID-Jakarta; DPP Partai Gema Bangsa terus melakukan silaturahmi kebangsaan dengan sejumlah elit Pemerintahan. Setelah sebelumnya mememui KPU Republik Indonesia, kini Ketua Umum Ahmad Rofiq bersama pimpinan teras Partai Gema Bangsa menemui Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani di ruang kerjanya du gedung DPR/MPR RI kemarin.
Kunjungan Partai Gema Bangsa langsung disambut hangat Ketua MPR Ahmad Muzani. Muzani yang juga Sekjen Partai Gerindra sudah memiliki hubungan yang sangat akrab dengan Ahmad Rofiq . "Ketum Partai Gema ini rumahnya tetanggaan dengan saya loh," ujar Muzani mengawali perbincangan sambil menatap wajah Ketum Gema.
Dijelaskan Ahmad Rofiq, kunjungan menemui pimpinan MPR RI ini dalam rangka membahas sejumlah isu-isu kebangsaan yang menjadi pembahasan strategis diantaranya tentang dukungan Optimisme Program Asta Cita Prabowo-Gibran yang akan menjadi jalan kemakmuran dan kemandirian Bangsa.
Partai Gema Bangsa, katanya, meyakini bahwa Pembangunan Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan kehadiran pemerintah pusat, karena ketergantuan terhadap pusat justru akan melemahkan daerah masing-masing. Ia menambahkan, masyarakat di daerah perlu ikut andil secara aktif membangun kesadaran mengelola daerahnya sendiri, sesungguhnya pemilik kekayaan alam berupa ikan, hutan, tanah, peternakan, emas, tambang dan nikel adalah daerah, daerah perlu menjadi pemain utama di daerah masing-masing sehingga pengelolaan kekayaan alam menjadi ekosistem ekonomi nasional yang justru akan berdampak terhadap kepentingan rakyat disekitar.
Menurut Ahmad Rofiq dalam pertemuannya dengan Ketua MPR RI juga berdiskusi menyoroti Putusan MK tentang Pemilu Nasional dan lokal serta evaluasi sistem politik di Indonesia.
“Saya kira pertemuan ini penting untuk berdiskusi mengenai perkembangan mutakhir tentang Pemilu, apalagi pasca putusan MK, kita sangat berkepentingan mendapatkan informasi yang lebih valid agar kita dapat memberikan masukan perbaikan dan koreksi untuk pemilu kedepan," ujarnya.
Sedangkan menurut Ahmad Muzani dalam kutipan komentar melalui laman website Gerindra, yang mengatakan bahwa putusan MK ini berpotensi menimbulkan masalah karena pemilu serentak juga berdasarkan Putusan MK,
Kunjungan Partai Gema Bangsa langsung disambut hangat Ketua MPR Ahmad Muzani. Muzani yang juga Sekjen Partai Gerindra sudah memiliki hubungan yang sangat akrab dengan Ahmad Rofiq . "Ketum Partai Gema ini rumahnya tetanggaan dengan saya loh," ujar Muzani mengawali perbincangan sambil menatap wajah Ketum Gema.
Dijelaskan Ahmad Rofiq, kunjungan menemui pimpinan MPR RI ini dalam rangka membahas sejumlah isu-isu kebangsaan yang menjadi pembahasan strategis diantaranya tentang dukungan Optimisme Program Asta Cita Prabowo-Gibran yang akan menjadi jalan kemakmuran dan kemandirian Bangsa.
Partai Gema Bangsa, katanya, meyakini bahwa Pembangunan Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan kehadiran pemerintah pusat, karena ketergantuan terhadap pusat justru akan melemahkan daerah masing-masing. Ia menambahkan, masyarakat di daerah perlu ikut andil secara aktif membangun kesadaran mengelola daerahnya sendiri, sesungguhnya pemilik kekayaan alam berupa ikan, hutan, tanah, peternakan, emas, tambang dan nikel adalah daerah, daerah perlu menjadi pemain utama di daerah masing-masing sehingga pengelolaan kekayaan alam menjadi ekosistem ekonomi nasional yang justru akan berdampak terhadap kepentingan rakyat disekitar.
Menurut Ahmad Rofiq dalam pertemuannya dengan Ketua MPR RI juga berdiskusi menyoroti Putusan MK tentang Pemilu Nasional dan lokal serta evaluasi sistem politik di Indonesia.
“Saya kira pertemuan ini penting untuk berdiskusi mengenai perkembangan mutakhir tentang Pemilu, apalagi pasca putusan MK, kita sangat berkepentingan mendapatkan informasi yang lebih valid agar kita dapat memberikan masukan perbaikan dan koreksi untuk pemilu kedepan," ujarnya.
Sedangkan menurut Ahmad Muzani dalam kutipan komentar melalui laman website Gerindra, yang mengatakan bahwa putusan MK ini berpotensi menimbulkan masalah karena pemilu serentak juga berdasarkan Putusan MK,