home sports

Jannik Sinner Juara Wimbledon Setelah Tumbangkan Alcaraz Dalam Pertarungan Hebat dan Penuh Gengsi

Senin, 14 Juli 2025 - 06:47 WIB
Jannik Sinner Juara Wimbledon Setelah Tumbangkan Alcaraz Dalam Pertarungan Hebat dan Penuh Gengsi
LANGIT7.ID-London; Luar biasa! Itulah kata yang pas buat petenis no 1 dunia asal Italia, Jannik Sinner yang tampil garang melawan rival beratnya, sekaligus kawan dekatnya, Carlos Alcaraz di final wimbledon 2025 yang berakhir senin dini hari(14/7/2025) hingga sukses merebut tropi grand slam wimbledon yang prestisius. Kemenangan ini membuat Sinner berhak membawa hadiah uang 60 miliar.

Bagi sebagian besar petenis dalam sejarah, kekalahan sepedih yang dialami Jannik Sinner dari Carlos Alcaraz di final Prancis Terbuka mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih. Namun bagi Sinner, rasa sakit itu justru membuatnya semakin kuat untuk cepat pulih.

Sebulan setelah malam terberat dalam kariernya di lapangan tenis, Sinner membalikkan keadaan di kesempatan pertama yang ia dapatkan di wimbledon. Dengan mental baja, ia bangkit dari kehilangan set pertama 4-6 untuk meraih gelar Wimbledon pertamanya melalui penampilan fenomenal, mengalahkan sang juara bertahan dua kali, Alcaraz, dengan skor 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.

Sinner menjadi petenis Italia pertama yang menjuarai tunggal putra Wimbledon dan kini mengantongi empat gelar Grand Slam. Ia memecahkan rekor imbangnya dengan sederet legenda seperti Arthur Ashe, Andy Murray, dan Stan Wawrinka. Yang terpenting, ia menghentikan dominasi Alcaraz yang sebelumnya menang lima kali beruntun melawannya, memberi dimensi baru pada rivalitas yang kemungkinan besar akan menentukan pemenang mayoritas turnamen besar di masa depan.

Dalam perlombaan Grand Slam pribadi mereka yang seolah baru dimulai, kemenangan Sinner memastikan Alcaraz—pemilik lima gelar grand slam—tetap dalam jarak yang bisa dikejar. Ini juga gelar Slam pertama Sinner di luar lapangan keras, setelah dua kemenangan di Australia Terbuka dan satu di AS Terbuka tahun lalu.



Sebulan lalu, Sinner hanya bisa terduduk lesu di kursinya di Philippe-Chatrier sambil menyaksikan Alcaraz merayakan kemenangan di final Prancis Terbuka bersama keluarganya. Saat itu, Sinner sempat memegang tiga championship point di set keempat sebelum akhirnya kalah dalam salah satu final Grand Slam terhebat sepanjang sejarah. Fakta bahwa ia mampu bangkit dengan cepat di usia 23 tahun membuktikan ketangguhan dan kekuatan mentalnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya